Kepala Dinas Pertanian I Wayan Wijana mempresentasikan pengembangan potensi pertanian di Badung Utara dengan mengambil tema Asparagus Ditanam Ekonomi Mapan. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung, memastikan cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini tidak berdampak pada sektor pertanian. Sebab, sebagian besar petani di wilayah Badung telah mengakhiri masa panen dan kini memasuki tahapan pengolahan lahan untuk persiapan musim tanam padi berikutnya.

Kadisperpa Badung I Wayan Wijana mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu justru tidak terlalu berdampak pada pertanian padi saat ini. Pasalnya, petani sudah menyelesaikan masa panen dan kini tengah melakukan olah tanah yang memang membutuhkan ketersediaan air.

“Kita bersyukur saat cuaca yang tidak menentu ini, kita di Badung sudah mengakhiri masa panen. Sehingga saat ini petani sedang melakukan olah tanah yang membutuhkan air,” ujar Kadisperpa Badung I Wayan Wijana pada Minggu (25/1).

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Landa Bali, Bandara Ngurah Rai Keluarkan Notam

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, sejumlah petani di beberapa subak ada yang sudah mulai menanam padi, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pengolahan lahan. Meski intensitas hujan cukup tinggi, kondisi tersebut dinilai belum mempengaruhi proses tanam padi yang sedang berlangsung.

Namun demikian, Disperpa Badung mencatat bahwa ancaman gagal panen justru terjadi pada tahun 2025 lalu akibat serangan hama tikus. Dari total lebih dari 9 ribu hektar sawah yang ada di Badung, tercatat sebanyak 49,57 hektar mengalami gagal panen akibat serangan hama tersebut.

Baca juga:  Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Garase dan 2 Mobil Tergerus Longsor

Data ini diperoleh dari hasil pendataan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang mencatat serangan tikus di beberapa wilayah di Gumi Keris. Rinciannya, di Kecamatan Mengwi tercatat seluas 24 hektare sawah terdampak, Kecamatan Abiansemal seluas 12,4 hektare, dan Kecamatan Petang mencapai 13 hektare.

“Meski terjadi gagal panen, namun kita sudah melakukan beberapa upaya salah satunya mendorong subak untuk mengadakan gerakan pengendalian tikus, bantun pestisida racun tikus dan perlindungan asuransi,” bebernya sembari mengatakan selain tikus ada juga serangan hama kresek.

Baca juga:  Kerangka Manusia Ditemukan di Bekas Galian C

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga mengimbau para petani untuk menjaga kebersihan saluran irigasi agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya hama tikus. Selain itu, Disperpa Badung akan membantu subak dengan memberikan mesin pemotong rumput guna mendukung pembersihan aliran sungai dan saluran irigasi.

“Jadi gagal panen kemarin mempengaruhi produksi gabah kering kita di Badung. Namun penurunan tidak signifikan. Bahkan masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Badung,” imbuhnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN