Bangunan bale gong yang hancur akibat angin kencang di Senganan, Penebel. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sehari pascaroboh akibat angin kencang, bangunan bale gong di Banjar Dinas Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan, hingga Sabtu (24/1), masih dalam kondisi sama. Rencananya, krama desa adat baru akan melakukan pembersihan reruntuhan bangunan bale gong pada siang ini.

Bandesa Adat Senganan, Nyoman Nasta mengatakan, bangunan bale gong dengan panjang sekitar 16 meter dan lebar 5 meter tersebut baru setahun dibangun. Bahkan, baru usai dilakukan pamelaspasan pada 12 Januari 2025.

Baca juga:  Terseret Arus di Pantai Lalanglinggah, WN Turki Ditemukan Tak Bernyawa

Pembangunan bale gong di Pura Puseh Dasar Senganan menggunakan bantuan hibah dari Pemkab Badung pada tahun 2025 lalu, dengan nilai hibah sebesar Rp3,2 miliar. Hanya saja, total hibah tersebut tentunya tidak serta merta hanya untuk pembangunan bale gong saja melainkan juga pembangunan untuk bale singosari, bale wantilan, bale paruman, bale pesayupan, bale agung dan pembangunan tembok penyengker pura.

Selain hibah, dana pembangunan juga ada dari swadaya masyarakat. “Jadi untuk bale gong ini memang baru setahun berdiri roboh,” jelasnya.

Baca juga:  Bali United U-17 Tundukkan Porprov Tabanan

Robohnya bale gong, dikatakannya, selain karena angin kencang juga akibat faktor teknis, karena dari struktur tiang bangunan tidak kokoh. “Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BPBD Tabanan dan Ketua DPRD Tabanan. Senin rencana kami menghadap melapor secara tertulis ke BPBD Tabanan,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN