Kepala BPBD Bali menyerahkan bantuan bagi korban banjir bandang di RS Prof. Ngoerah, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban musibah banjir bandang di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan, memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.

Bantuan diberikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Teja, kepada korban selamat, Semikristian Banafanu, yang mengalami luka berat, sekaligus sebagai bantuan duka bagi anak dan istrinya yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan yakni Rp15 juta untuk korban luka berat (ayah), serta masing-masing Rp15 juta untuk korban meninggal dunia (ibu dan anak), sehingga total bantuan yang diberikan mencapai Rp45 juta.

Baca juga:  Festival Mangrove 2023, Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar "Eco Games"

Penyerahan bantuan dilakukan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, Jumat (23/1). Bantuan diserahkan segera setelah jenazah korban ditemukan.

Korban dan pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Gubernur Bali terhadap musibah yang mereka alami.

“Kami sangat berterima kasih atas atensi Bapak Gubernur. Bantuan ini sangat membantu,” ujar korban yang didampingi pengurus Flobamora, Jumat (23/1).

Diketahui, jenazah istri dan anak korban, Yuliana DA Costa Makun dan Audrey Natania Banafanu (1,5) rencananya akan dipulangkan ke Kupang pada Sabtu (24/1). Sementara korban selamat juga akan dipulangkan dari rumah sakit untuk kembali ke Kupang setelah menjalani perawatan.

Baca juga:  Tinggi, Antusiasme Kembangkan Ikan Maskoki Bali

Gede Teja memastikan bantuan tersebut merupakan bentuk respon cepat Pemerintah Provinsi Bali terhadap warga terdampak bencana, khususnya dalam situasi darurat dan duka mendalam akibat musibah alam.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang rumah kos di kawasan Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Rabu (21/1). Bencana yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITAa itu menyebabkan penghuni rumah, yakni satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersapu air bah.

Baca juga:  Diduga Kena Api Dupa, Bangunan Bale Gede dan Gudang Terbakar

Nahas, dua orang yang merupakan ibu dan anak balitanya, hanyut. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal pada Kamis (22/1) di lokasi yang berbeda. (Ketut Winata/balipost)

 

BAGIKAN