
DENPASAR, BALIPOST.com – Mendeteksi peringatan banjir, beberapa titik dekat sungai di Denpasar dipasang early warning system (EWS). Hingga kini EWS sudah dipasang di 14 titik di Kota Denpasar dengan 7 alat sudah dilengkapi sirene.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Arimbawa saat sosialisasi dan penyerahan EWS tambahan yang berlangsung di Pasar Kumbasari, Jumat (23/1) mengatakan, sebelumnya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar telah memasang EWS di 8 titik. Kemudian ada tambahan bantuan dari PLN yang bekerjasama dengan Forum Pengurangan Resiko bencana (FPRB) sebanyak 6 alat yang secara simbolis diserahkan pada Jumat (23/1).
Adapun 8 EWS yang sudah terpasang sebelumnya berada di DAM Mertagangga di Ubung, DAM Sempol di Jalan Tukad Badung. Kemudian di DAM Dadas Jalan Mahendradata Selatan, DAM Umadui Jalan Gunung Soputan, DAM Lange di Jalan Tukad Lange Monang Maning.
Selanjutnya, di Tukad Rangda, Jalan Pemelisan By-pass Ngurah Rai, DAM Buagan di Banjar Buagan serta di Jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. “Untuk EWS yang di Jembatan Pasar Badung ini sudah dilengkapi sirene,” ungkapnya.
Sementara itu tambahan 6 EWS yang baru dipasang ada di Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Bunga Wangaya, DAM Kontrol Air BWS OP3 (belakang RSUD Wangaya), Jembatan Wangaya Kampung Jawa, Jembatan Jalan Hassanudin dan Jembatan Pekambingan. Keenam EWS tersebut sudah dilengkapi sirine.
Ida Bagus Joni mengatakan, berkaca dari bencana banjir 10 September lalu yang menyebabkan belasan korban jiwa, penanggulangan banjir menjadi hal darurat.
Demikian dikatakannya, pemasangan EWS ini memang tidak membuat bencana tersebut tidak terjadi. Namun mampu mengurangi resiko dari bencana. “Ini tidak menjadikan bencana tidak ada. Namun bisa memberitahukan masyarakat di sekitar wilayah jalur bencana banjir agar waspada dan tidak sampai ada korban jiwa,” katanya.
Terkait musim hujan dan cuaca ekstrem saat ini, Ida Bagus Joni mengaku, pihaknya selalu siaga. Pihaknya menyiagakan TRC, tim ambulan dan Pusdalops. Selain itu juga disiapkan peralatan chainsaw, mesin sedot air untuk antisipasi bencana hydrometeorologi. BPBD juga berkolaborasi dengan tim Damkar, DLHK, PUPR, desa/kelurahan, Polresta, dan Kodim. (Widiastuti/balipost)










