Alat berat melakukan pengerukan alur Tukad Badung di Denpasar, Selasa (11/11). Selain normalisasi alur sungai, Pemkot Denpasar juga akan memasang Early Warning Sistem (EWS) di Taman Kumbasari dalam upaya antisipasi banjir. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Wali Kota Denpasar, IGN Jaya menyebutkan akan memasang Early Warning System (EWS) di jembatan penghubung Pasar Badung dengan Pasar Kumbasari. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi peningkatan volume air sebagai ulaya mengantisipasi banjir yang timbul kembali.

Jaya Negara, Selasa (11/11), mengatakan BPBD akan melakukan pemasangan EWS dalam waktu dekat yang khusus untuk mengantisipasi banjir di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Pemasangan EWS di area ini mengingat aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Baca juga:  Naik Mobil Pribadi, Gibran Tiba di Gedung Nusantara

KUPTD Pusdalops PB BPBD Kota Denpasar Made Antara saat dikonfirmasi mengatakan, EWS akan dipasang pada kaki jembatan penghubung Pasar Badung dengan Pasar Kumbasari. Saat ini pemasangan masih dalam proses.

Dikatakan, tujuan pemasangan EWS banjir ialah untuk meningkatkan kesipsiagaan yaitu memberikan informasi kepada pedagang dan pengunjung agar dapat melakukan tindakan penyelamatan segera. Selain itu, agar bisa memantau atau memonitor ketinggian air secara real time sehingga bisa mendeteksi peningkatan debit air sungai.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Puncak HUT Ke-32 ST Surya Chandra Banjar Kedewatan

Selanjutnya, dia mengatakan, pemasangan EWS ini juga untuk memberikan peringatan otomatis sistem akan mengeluarkan pesan suara atau sirine dengan ambang batas air tertentu.

“Pemasangan EWS ini untuk melindungi aktivitas ekonomi di Pasar Badung dan Kumbasari. Sehingga diharapkan kejadian sebelumnya tidak terulang lagi,” katanya.

Selain itu, pengerukan juga dilakukan di Tukad Badung, khususnya di seputaran Pasar Kumbasari dan Pasar Badung. Hal tersebut mengantisipasi datangnya musim hujan.

Baca juga:  Dialog Merah Putih Bali Era Baru, Pelaksanaan Nyepi Çaka 1946 Minim Konflik

Kalaksa BPBD Kota Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa menambahkan, pihaknya selalu siaga terkait kadatangan musim penghujan ini. “Kami secara rutin setiap hari menyiagakn TRC, tim ambulan, dan pusdalops,” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan peralatan chainsaw, mesin sedot air untuk antisipasi bencana hydrometeorologi. Selain itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan tim Damkar, DLHK, PUPR, desa/kelurahan, Polresta, dan Kodim. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN