
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati. Tercatat sebanyak 44 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban dalam peristiwa cuaca ekstrem tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, I Nyoman Tri Budi Artanto, yang baru saja menjabat, langsung turun ke lapangan, Kamis (22/1) untuk meninjau kondisi rumah warga yang rusak. “Kami telah melakukan asesmen awal berdasarkan laporan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Fokus kami adalah memahami tingkat kerusakan dan memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah,” ujar Tri Budi Artanto.
Kepala BPBD Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, menjelaskan bahwa bencana ini terjadi pada Rabu (21/1) dini hari saat hujan lebat mengguyur wilayah Sukawati. Desa Batubulan Kangin menjadi titik terparah dengan rincian kerusakan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data sementara BPBD, di Desa Sukawati tercatat kerusakan pada dua merajan, empat rumah warga, dan satu warung makan. Di Desa Guwang, Pasar Seni Guwang mengalami kerusakan ringan.
Dampak terparah terjadi di Desa Batubulan Kangin, dengan rincian 21 rumah rusak, empat merajan, dua pura, satu garase, serta kerusakan pada 28 unit mobil, tiga sepeda motor, dan satu warung.
Pemkab Gianyar memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sebagai langkah pemulihan, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan finansial yang bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Warga terdampak akan dibantu melalui BTT sesuai dengan Peraturan Bupati Gianyar Nomor 32 Tahun 2024. Besaran bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan total kerugian yang dialami,” tegas Ida Bagus Putu Suamba. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal proses pemulihan ini secara bertahap agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin. (Wirnaya/balipost)









