
NEGARA, BALIPOST.com – Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan asesmen kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jembrana Rabu (21/1). Dari hasil pendataan awal, bencana ini tersebar di 30 lokasi yang ada di 19 desa/kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Kamis (22/1) mengatakan penghitungan nilai kerugian masih berlangsung. Pada hari kejadian, petugas lebih memprioritaskan upaya penanganan darurat dan pendataan awal di lokasi terdampak. “Perhitungan estimasi kerugian sudah mulai kami lakukan setelah situasi terkendali, sebelumya kita fokus pada pembersihan dan penanggulangan pasca bencana,” ujarnya.
Dari asesmen lanjutan yang dilakukan dengan menyasar kerusakan fisik akibat bencana, guna mengetahui besaran kerugian sebagai dasar pengajuan bantuan. Menurutnya dari data sementara, nilai kerugian di masing-masing lokasi diperkirakan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. “Bila diakumulasikan, kerugiannya mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.
Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang rusak atau beterbangan akibat angin kencang. Meski terdapat rumah yang roboh, bangunan tersebut diketahui merupakan rumah semi permanen. Selanjutnya setelah semua assessment selesai, akan diusulkan bantuan ke pemerintah provinsi.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana. Ia menargetkan perbaikan fisik dapat diselesaikan dalam waktu singkat agar tidak memperpanjang beban psikologis warga terdampak. “Perbaikan dilakukan secepat mungkin, hitungan jam atap sudah terpasang kembali, supaya tidak ada bekas-bekas bencana dan masyarakat bisa segera beraktivitas normal,” katanya saat meninjau lokasi terdampak.
Bupati Kembang juga menginstruksikan agar penanganan pasca bencana dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan seluruh unsur, baik aparat pemerintah maupun masyarakat setempat, guna mempercepat proses pemulihan. (Surya Dharma/balipost)










