
GIANYAR, BALIPOST.com – Menanggapi intensitas hujan tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Gianyar dalam beberapa hari terakhir, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar bergerak sigap melakukan penanganan bencana di sejumlah titik di Kecamatan Payangan.
Fokus penanganan dilakukan pada dua lokasi utama yang terdampak material longsor dan pohon tumbang, yakni di Desa Puhu dan Desa Melinggih. Langkah ini diambil guna memastikan infrastruktur pengairan tetap berfungsi normal bagi para petani.
Berdasarkan laporan lapangan, TRC PUPR melakukan aksi maraton selama dua hari berturut-turut 20-21 Januari penanganan longsor pada saluran Daerah Irigasi (DI) Bunteh Sengkulung, Desa Puhu. Sementara, pada Kamis (22/1), melaksanakan pembersihan material pohon tumbang dan longsor di sekitar Bendung Tinjak Kayu I, Desa Melinggih.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Dr. Ir. I Made Dwipa Arta menyampaikan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kejadian tersebut. ”Longsor dan pohon tumbang mengakibatkan saluran irigasi tertimbun material tanah dan kayu. Hal ini menghambat aliran air ke sawah, padahal saat ini para petani sedang memasuki masa tanam padi yang sangat membutuhkan pasokan air,” ujarnya.
Mengingat krusialnya kebutuhan air bagi ketahanan pangan lokal, tim segera melakukan pembersihan material secara darurat. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi normal saluran agar suplai air ke lahan pertanian tidak terputus lebih lama.
Selain melakukan penanganan fisik, Made Dwipa Arta juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di dekat lereng atau saluran air, untuk tetap waspada.
”Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, mengingat intensitas hujan di wilayah Gianyar masih cukup tinggi,” tutupnya. (Wirnaya/balipost)










