Aparat melakukan pembersihan material pohon tumbang di Gianyar, Rabu (21/1). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan puting beliung melanda Bali, Selasa (20/1) malam hingga Rabu (21/1).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat hampir semua kabupaten/kota mengalami bencana. Tercatat, ada peristiwa rumah roboh, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir sampah kiriman.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, I Gede Teja, menyampaikan hujan terjadi di wilayah Denpasar, Bangli, Klungkung, Badung, Buleleng, Jembrana, Tabanan, Karangasem, dan Gianyar pada periode pukul 03.00 hingga 10.30 WITA.

Dampak terparah terjadi di Kabupaten Tabanan. Sebuah rumah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, roboh akibat banjir bandang. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang terseret arus saat berupaya menyelamatkan diri keluar rumah.

“Informasi awal, dua korban selamat namun mengalami luka berat patah kaki, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian,” kata I Gede Teja, Rabu (21/1).

Korban selamat diketahui bernama Semikristian Banufanu (31) dan . Sementara dua korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Yulianadaiostamakun (29) dan Audrinataniabanatanu (1,5 tahun). Tim gabungan BPBD, TNI-Polri, dan relawan masih melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.

Baca juga:  Sindikat Kokain Internasional Diungkap, Mayoritas Peredaran di Canggu-Seminyak

Di Kabupaten Gianyar, sejumlah pohon tumbang dilaporkan terjadi di beberapa titik. Salah satunya di Bypass Dharmagiri yang mengakibatkan dua orang mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di RS Sanjiwani. Selain itu, pohon tumbang juga menimpa garase dan rumah warga di wilayah Batubulan dan Tegallalang. Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak ada korban jiwa.

Sementara di Kota Denpasar, angin puting beliung dilaporkan terjadi di wilayah Sidakarya dan Sanur. Beberapa pohon tumbang di By Pass Sanur, Desa Serangan, serta Padangsambian Kelod. Penanganan masih dilakukan oleh BPBD kota dan TRC provinsi, dengan laporan nihil korban.

Di Kabupaten Badung, pohon tumbang terjadi di kawasan Pererenan, Sunset Road, serta jalur menuju Pura Geger Nusa Dua. Seluruh kejadian telah ditangani tanpa adanya korban.

Baca juga:  Mulai 12 Januari, Ada 3 Rezim Vaksin "Booster" Diprioritaskan ke 2 Kelompok Ini

Kabupaten Bangli dilaporkan mengalami tanah longsor di wilayah Jehem, Tembuku. BPBD Bangli bersama PUPR Provinsi telah turun ke lokasi dengan mengerahkan alat berat. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Di Kabupaten Klungkung, hujan deras disertai angin kencang menyebabkan Pura Segara Banjar Prapat di Desa Ped, Nusa Penida roboh. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di jalur Klungkung–Besakih. Seluruh kejadian telah ditangani.

Wilayah Kabupaten Jembrana menjadi salah satu daerah dengan kejadian terbanyak. BPBD mencatat sedikitnya 26 kejadian, mulai dari pohon tumbang, rumah dan bangunan rusak, bangsal roboh, hingga angin puting beliung yang melanda sejumlah desa dan kelurahan. Penanganan telah dan masih terus dilakukan di lapangan, dengan laporan sementara nihil korban jiwa.

Di Kabupaten Buleleng, terjadi tanah longsor di pekarangan rumah warga di Banjar Dinas Lakah, Desa Sidetapa. Kejadian tersebut telah diasesmen oleh BPBD Buleleng dan tidak menimbulkan korban.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Hasil Tes DNA Anak Lisa Mariana hingga Enam Motor Sitaan

Sementara di Kabupaten Karangasem, banjir debris terjadi di Banjar Mimba, Desa Padangbai, serta sejumlah pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Budakeling, Bukit, dan Subagan. Penanganan masih berlangsung dan dilaporkan nihil korban jiwa.

Terkait kondisi cuaca, BPBD Bali juga menyampaikan informasi dari BMKG. Untuk 21 Januari 2026, peringatan dini hujan dengan status Waspada berlaku di wilayah Buleleng, Gianyar, dan Karangasem, sedangkan status Siaga ditetapkan untuk Badung, Denpasar, Tabanan, dan Klungkung. Peringatan dini angin kencang berlaku hampir di seluruh wilayah Bali.

BMKG juga mencatat keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S yang memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, namun berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bali.

Gede Teja mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN