
SINGASANA, BALIPOST.com – Banjir bandang menerjang rumah kos di kawasan Subak Jemanik, Banjar Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Rabu (21/1). Bencana yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA itu menyebabkan penghuninya yakni satu keluarga yang terdiri dari empat orang tersapu air bah.
Nahas, dua orang diantaranya hanyut dan hingga kini belum ditemukan. Peristiwa itu dipicu senderan Perumahan Kuwum Asri II ambruk. Air kemudian meluap dengan tinggi 1,5 meter yang langsung menerjang kamar para korban.
Menurut keterangan saksi, para korban yang tersapu banjir adalah Semi Bana Fanu (35), istrinya, Dasakota Maskun (35), serta dua putrinya Natalia Bana Banu (6) dan Audria Natalia Bana Bani (1 tahun 6 bulan).
Warga setempat, Wayan Toblo menjelaskan, banjir bandang menerjang kos-kosan itu kemudian menyeret para korban ke arah sungai kecil di belakang bangunan. Semi sempat berhasil menarik putrinya yang paling besar, namun istri dan putri yang paling kecil terlepas. Setelah membawa putri pertamanya ke tempat aman, Semi melompat ke arus air mencari istri dan satu anaknya.
Namun, Semi tak kuasa melawan derasnya arus hingga terhanyut dan tersangkut di rumpun bambu sekitar 300 meter dari kos. Ia ditemukan selamat namun dengan kaki patah. Sementara itu, istrinya dan putri keduanya hilang terbawa arus hingga kini belum ditemukan.
Hal senada disampaikan teman korban, Yanto. Ia menjelaskan, saat kejadian, keluarga tersebut hendak menyelamatkan diri lewat belakang kos untuk menuju wantilan yang berada di sebelah barat. Namun, istri dan dua anak jatuh ke saluran air.
Hingga saat ini, tim gabungan BPBD, relawan, dan aparat setempat masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran subak. Sementara, di lokasi kejadian, satu sepeda motor Supra dan sebuah mobil yang terparkir terseret arus.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga dan Dandim Tabanan, Letkol Inf. Trijuang Danarjati langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Wabup Dirga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana ketika cuaca ekstrem tengah melanda. (Puspawati/balipost)









