Dampak angin kencang yang melanda wilayah Penyaringan, di mana sejumlah atap rumah warga rusak, Minggu (18/1) malam. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fenomena angin kencang yang terjadi di wilayah Penyaringan, Kabupaten Jembrana, Bali, Senin (19/1) sempat membuat warga setempat waspada. Peristiwa tersebut dijelaskan langsung oleh pihak Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar.

Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Cahyo Nugroho, menyampaikan angin kencang yang melanda kawasan tersebut dipicu oleh kondisi atmosfer yang cukup dinamis.

“Angin kencang yang melanda wilayah Penyaringan, Jembrana disebabkan oleh adanya belokan angin dan konvergensi angin yang menyebabkan peningkatan potensi pembentukan awan konvektif di sekitar wilayah Jembrana, Bali,” jelas Cahyo Nugroho, Selasa (20/1).

Baca juga:  Tahap II, Gubernur Koster Salurkan Bantuan Beras Sumbangan ASN Pemprov Bali

Menurutnya, kondisi tersebut memicu terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem dalam waktu singkat.

“Angin kencang tersebut disebabkan oleh adanya awan konvektif seperti awan Cumulonimbus (Cb). Selain itu, saat ini wilayah Bali sudah memasuki musim hujan yang juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif,” tambahnya.

BBMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jembrana dan sekitarnya, untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Baca juga:  Suhu Panas dan Menyengat Landa Bali

Warga diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area terbuka, sekitar pepohonan, maupun dekat bangunan yang rentan terdampak angin kencang.

Pihak BBMKG juga terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan informasi terkini apabila terdapat potensi gangguan cuaca lanjutan di wilayah Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN