Ogoh-ogoh dipersiapkan untuk Pengerupukan. (BP/dok)

NEGARA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tahun 2026 ini tetap menganggarkan bantuan subsidi untuk STT dalam pembuatan ogoh-ogoh. Subsidi ini akan diberikan untuk sekaa teruna-teruni yang memenuhi syarat untuk pembuatan ogoh-ogoh senilai Rp 2.500.000.

Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya, I Gede Suartana, Senin (19/1), mengatakan bahwa anggaran untuk bantuan subsidi ini masih dipasang dalam upaya pelestarian adat dan budaya. Ogoh-ogoh hasil kreasi STT tiap banjar adat ini nantinya juga akan dilombakan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Masih dianggarkan, untuk setiap STT banjar adat senilai Rp 2.500.000,” kata Suartana.

Baca juga:  Satu Terdakwa Dugaan Korupsi Pemalsuan Dokumen Kepabean Kapal Meninggal

Kreatifitas Ogoh-ogoh yang dikaitkan dengan Tawur Agung Kesanga tersebut juga akan dilombakan melalui penilaian di tingkat Kecamatan hingga Kabupaten. Pendaftaran menurutnya sudah mulai dibuka pada Januari ini hingga awal Februari 2026. Salah satu syarat dalam perlombaan menggunakan bahan ramah lingkungan dengan tidak menggunakan styrofoam, spons dan bahan plastik sekali pakai lainnya.

Penilaian tingkat kecamatan akan menentukan 5 Ogoh-ogoh terbaik di masing-masing kecamatan untuk selanjutnya akan dinilai oleh tim Juri kabupaten untuk menentukan 15 terbaik kabupaten. Selanjutnya 15 terbaik Kabupaten lombakan/dinilai di tingkat Kabupaten pada parade Ogoh-ogoh yang dilaksanakan di Catus Pata Kabupaten Jembrana pada awal Maret dan dipamerkan pada MASIKIAN FEST 2026.

Baca juga:  Pemkab Pastikan Uang 352 Juta Kembali ke LPD Suwat

Upaya ini untuk mendukung kreativitas generasi muda yang tergabung dalam STT dalam pelestarian adat dan budaya. Sehingga meskipun efisiensi, kebijakan pemerintah untuk tetap memberikan subsidi pembuatan ogoh-ogoh tetap dianggarkan.

Sementara itu, di sejumlah banjar di Jembrana sudah mulai membuat kerangka ogoh-ogoh meskipun pelaksanaan Nyepi Caka 1948 masih sekitar dua bulan lagi. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN