
DENPASAR, BALIPOST.com – Musim hujan yang membuat kondisi jalanan becek memberi kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sehingga antrean truk masih kerap terjadi. Pihak swakelola pengelolaan sampah pun terkendala dengan kondisi ini.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang sopir truk sampah dari swakelola mandiri, Rian saat ditemui di TPA Suwung. Dia mengatakan, antrean yang terjadi di TPA Suwung memberi kendala pengangkutan sampah di masyarakat. Sementara, di masyarakat sendiri sampah harus diangkut setiap hari terutama pada sektor usaha, seperti warung dan sejenisnya.
“Kalau tidak diambil setiap hari, masyarakat akan komplain karena mereka sudah bayar. Mereka akan menganggap bayarannya kurang kalau kita telat ngambil. Padahal kendalanya bukan di sana. Tapi di TPA yang sering antre,” ungkapnya.
Seharusnya, kata Rian, kalau masyarakat paham mau memilah sampahnya, akan mempermudah dalam penanganan sampah. Sampah yang dibuang ke TPA akan lebih sedikit. Namun kebiasaan tersebut menurutnya cukup sulit diterapkan di negara ini.
Dia mengaku, pihaknya diharuskan menambah armada untuk bisa mengangkut sampah masyarakat setiap hari meski belum tentu bisa membuangnya langsung ke TPA. “Jadi biasanya kita ambil saja dulu sampahnya, diamkan di truk sembari menunggu bisa buang ke TPA,” terang Rian.
Sementara itu, Kepala UPTD TPA Suwung Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Ni Made Armadi saat dikonfirmasi mengatakan, hujan yang terus menerus membuat akses jalan ke TPA berlumpur dan licin. Kondisi tersebut membuat operasional TPA sangat terganggu.
“Saat hujan turun, tantangan di lapangan semakin berat. Baru saja hujan lagi dan memang bekerja di TPA itu selalu ada saja tantangannya,” kata Armadi.
Dia menjelaskan, jalan di area pembuangan berada di atas tumpukan sampah sehingga struktur tanahnya menjadi labil. Ketika hujan turun, jalan tersebut cenderung menurun dan licin, meningkatkan risiko bagi kendaraan yang melintas. Kondisi ini tidak hanya memperlambat proses pembuangan sampah, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan sopir truk.
Sebagai langkah penanganan, UPTD TPA Suwung terus melakukan berbagai upaya. Mulai dari pembersihan lumpur di jalur akses keluar pembuangan tengah dilakukan, bersamaan dengan perbaikan jalan dan got di dalam area TPA. (Widiastuti/balipost)










