Desa-desa di Kabupaten Gianyar merayakan Hari Desa, Kamis (15/1) secara mandiri sesuai kearifan lokal.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian desa. Hal ini dibuktikan dengan lonjakan signifikan alokasi Dana Bagi Hasil Pajak (BHP) untuk desa yang mencapai Rp171 miliar pada tahun anggaran 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, Jumat (16/1), menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan bukti nyata perhatian luar biasa pemerintah daerah terhadap pembangunan dari tingkat akar rumput.

Data menunjukkan kenaikan alokasi BHP yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, tahun 2024 Rp 92 miliar, tahun 2025 Rp145 miliar, dan tahun 2026 Rp171 miliar.

Baca juga:  Pintu Masuk Kawasan ITDC Dilengkapi Mobil Pendeteksi Bahan Peledak

“Untuk tahun 2026, Desa Taro tercatat sebagai penerima BHP terbesar dengan nilai Rp3,3 miliar, sedangkan penerima terkecil adalah Desa Bresela di Kecamatan Payangan sebesar Rp2,3 miliar,” ujar I Gede Daging.

Hari Desa

Dalam peringatan Hari Desa tahun ini, Dinas PMD mengusung tema khusus yang diambil dari nama Bupati Gianyar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya, yakni “Made Mahayastra”. Tema ini memiliki filosofi mendalam MADE: Maju Desaku, MAHAYASTRA: Menggapai Harapan Masyarakat Sejahtera.

Baca juga:  Cegah Klaster Pilkada, Kapolri Keluarkan Maklumat Prokes

Momentum Hari Desa yang diperingati setiap 15 Januari ini dimanfaatkan untuk memperkuat peran perangkat desa.

Gede Daging menekankan beberapa poin penting pesan bupati kepada para perbekel, perangkat desa, dan BPD. Mengakomodir seluruh aspirasi dan keluhan masyarakat untuk dicarikan solusi melalui APBDes.

Memberikan pemahaman kepada warga bahwa penyusunan APBDes adalah proses panjang yang taat regulasi dan telah dimulai setahun sebelumnya. Desa harus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus penjaga nilai sosial budaya.

Baca juga:  Belasan Desa di Buleleng Rawan Krisis Air Bersih

“Sejak UU Desa tahun 2014, desa memiliki kewenangan kuat mengelola potensi wilayahnya. Hari Desa adalah momentum reflektif untuk meneguhkan peran strategis tersebut,” tegas Gede Daging.

Meski peringatan nasional dipusatkan di Kabupaten Boyolali, desa-desa di Kabupaten Gianyar merayakan Hari Desa secara mandiri sesuai kearifan lokal. Rangkaian acara telah dimulai sejak Minggu (11/1) melalui kegiatan jalan santai serentak yang melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari perangkat desa hingga Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). (Wirnaya/balipost)

 

BAGIKAN