Gedung Puskesmas Ramah Ibu dan Anak Kota Denpasar yang telah selesai dibangun di Jalan Gunung Agung, Denpasar. Puskesmas ini untuk memberikan layanan unggulan kesehatan ibu dan anak, termasuk layanan persalinan dan rawat inap pasca persalinan. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Denpasar yang dibangun sejak 2 tahun lalu dengan dua tahap telah rampung. Puskesmas dengan bangunan 3 lantai yang berlokasi di Jalan Gunung Agung  ini direncanakan beroperasi mulai Februari 2026.

Kabid Penataan Bangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman DPUPR Kota Denpasar, I Wayan Dirgayasa saat dikonfirmasi  Kamis (15/1) mengatakan, pembangunan tahap dua atau pembangunan final telah rampung pada Desember 2025. Demikian serah terima sudah dilakukan pada 13 Desember lalu. Rencananya Puskesmas Ibu dan Anak ini akan beroperasi pada Februari mendatang.

Baca juga:  Indonesia Saingi Korea Dalam Industri Skincare

Dirgayasa menjelaskan, pembangunan tahap II Puskesmas Ibu dan Anak ini telah dimulai sejak 7 Juli 2025 dikerjakan oleh PT Manik Sekecap Karya. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 12.824.996.199,99 dari pagu pembangunannya yakni sebesar Rp13,5 miliar.

Sementara untuk pembangunan tahap I mulai dikerjakan pada Juli 2024 dengan anggaran Rp22 miliar.

Disisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. AA Ayu Candrawati mengatakan, puskesmas ramah ibu dan anak ini nantinya akan menjadi Puskesmas III Denpasar Barat. Puskesmas ini rencananya akan dilaunching pada Februari 2026 sebelum HUT Kota Denpasar. “Setelah launching kami berharap sudah bisa langsung beroperasi,” katanya.

Baca juga:  Sidang Korupsi KUR, Diduga Ada SKTU Palsu

Bangunan puskesmas ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama akan difungsikan untuk layanan emergensi, persalinan, dan farmasi. Lantai kedua untuk layanan poliklinik, sedangkan lantai ketiga digunakan untuk ruang administrasi dan pertemuan.

Ia menambahkan, konsep Puskesmas Ramah Ibu dan Anak dikembangkan untuk memastikan pelayanan bagi kelompok rentan ini dilakukan secara aman dan terpisah dari pasien umum. “Layanan untuk orang sehat dan sakit akan dipisahkan, sehingga risiko penularan infeksi terhadap ibu hamil dan anak bisa ditekan,” ujarnya.

Baca juga:  Kabupaten Ini Kembali Alami Lonjakan Kasus COVID-19, Jadi Penyumbang Terbanyak Tambahan Harian

Selain itu, fasilitas persalinan akan dilengkapi dengan layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) yang terintegrasi dalam satu gedung dengan ruang perawatan, guna memastikan penanganan cepat dan aman bagi ibu serta bayi.

Disinggung terkait kebutuhan tenaga kesehatan, Ayu Candrawati mengungkapkan akan dilakukan relokasi tenaga dari puskesmas lain dan RSUD Wangaya, serta koordinasi untuk pemenuhan melalui mekanisme CPNS. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN