PLTS di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli. (BP/Ina)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 MWp milik Pemerintah Kabupaten Bangli di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli tidak dapat menghasilkan listrik secara optimal. Kendala utama disebabkan oleh kerusakan sebagian besar unit inverter akibat tersambar petir yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Direktur Perseroda Bangli Membangun Komitmen (BMB), Anak Agung Wibawa Putra, menyebutkan, dari total 50 unit inverter yang ada, sebanyak 28 unit dalam kondisi rusak. Kerusakan ini dilaporkan sudah terjadi sejak sebelum dirinya menjabat. “Saat ini hanya 22 unit yang berfungsi,” ungkapnya ditemui di kantornya belum lama ini.

Baca juga:  Tawarkan Limfatik Massage, Amarta Detox "Surga" Perawatan Holistik Buka di Canggu

Banyaknya inverter yang rusak berdampak langsung pada penghasilan dari produksi listrik. Menurut Agung, penghasilan dari penjualan listrik PLTS sangat fluktuatif dan tergantung pada cuaca. Saat awal dirinya menjabat, penghasilan dari penjualan listrik PLTS tercatat hanya sekitar Rp18 juta per bulan.

Setelah dilakukan perawatan rutin pada kabel dan komponen elektronik lainnya, angka tersebut mulai naik namun tetap tidak maksimal. “Waktu ini pernah mencapai Rp36 juta. Pada Desember lalu karena hujan sempat ke Rp25 juta,” ungkapnya.

Baca juga:  Bantuan PLTS di Dusun Belong, Dimanfaatkan Beberapa Bulan Sudah Banyak Rusak

Agung Wibawa menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan kembali kapasitas PLTS, dibutuhkan penggantian total unit yang rusak. Namun, upaya ini terkendala oleh besarnya biaya dan ketersediaan suku cadang. Estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan total mencapai Rp12 miliar. “Alat-alat ini merupakan pengadaan tahun 2013, sehingga suku sparepartnya sudah sangat sulit didapatkan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah mengusulkan penggantian kepada pemerintah daerah sebagai pemilik aset, namun sejauh ini belum menjadi fokus prioritas. “Jadi kami hanya bisa melakukan perawatan saja,” tambahnya.

Baca juga:  Mengawali Karir lewat “Buaya Tetep Buaya”

Dalam upaya mengoptimalkan produksi listrik PLTS, Perseroda BMB sempat menjalin kerja sama dengan Korea untuk mengoptimalkan kembali PLTS tersebut. “Kami berupaya mendatangkan investor karena potensi energi hijau kita besar dan merupakan satu-satunya PLTS di Bali yang punya kerjasama dengan PLN,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN