Ilustrasi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali memastikan dua kasus Super Flu atau influenza tipe A (H3N2) yang hasil laboratoriumnya dinyatakan positif. Dinkes mengklaim dua kasus itu sudah sembuh dan tidak menimbulkan penularan lanjutan.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, Selasa (13/1), mengatakan hasil laboratorium kedua kasus tersebut baru diterima karena pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Rujukan Nasional, sehingga membutuhkan waktu cukup lama mengingat sampel berasal dari seluruh Indonesia.

“Kendalanya memang pada lamanya hasil keluar, karena pemeriksaan dilakukan di laboratorium rujukan nasional dengan banyak sampel dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dua pasien tersebut sebenarnya dirawat pada bulan Oktober lalu di salah satu RSUD di Denpasar yang ditetapkan sebagai sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Setelah hasil positif diterima, pihaknya langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Baca juga:  Agustus, Seribuan Tukik Siap Dilepasliarkan

“Kami sudah menelusuri pasiennya, sudah dihubungi, dan dipastikan keduanya telah sembuh serta kembali beraktivitas seperti biasa. Di lingkungan sekitar pasien juga tidak ditemukan keluhan serupa,” ujarnya.

Kedua pasien tersebut diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tidak memiliki hubungan keluarga, dan saat dirawat menunjukkan gejala influenza dengan komplikasi sesak atau radang paru, sehingga masuk kategori SARI dan dilakukan pengambilan spesimen.

“Penanganannya sama seperti pasien influenza lainnya, dirawat di ruang isolasi, diberikan terapi sesuai standar, serta dilakukan pengambilan sampel,” tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran keterlambatan hasil laboratorium, dr. Raka Susanti menegaskan bahwa Dinkes Bali tidak menunggu hasil lab untuk melakukan tindakan. Sejak awal, kewaspadaan dini dan respons cepat sudah dijalankan.

Baca juga:  Wisata Anggur Lagi Populer di Bali, Bisa Cicipi dan Nikmati Sepuasnya di Tempat

“Kami tidak bergantung sepenuhnya pada hasil laboratorium. Setiap ada kasus yang dikirim sampelnya, kami langsung melakukan kewaspadaan dini, penelusuran kontak, dan pemantauan lingkungan sekitar. Prinsip surveillance kami adalah mencegah agar tidak meluas,” tegasnya.

Dengan ditemukannya dua kasus positif tersebut, ia menegaskan bahwa influenza tipe A memang sudah ada di Bali, namun statusnya bukan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan tidak seperti COVID-19 yang merupakan virus baru. “Ini influenza tipe A yang memang sudah ada. Jadi statusnya masih terkendali dan bukan KLB,” katanya.

Sebagai langkah ke depan, Dinkes Bali akan memperkuat sistem surveillance hingga tingkat puskesmas, terutama pada fasilitas kesehatan sentinel ILI dan SARI. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca juga:  Tata Parkir, Aset Pemkab Buleleng Disulap Jadi Gedung Parkir Bertingkat

“Himbauan kami kepada masyarakat, tetap jaga kesehatan dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, olahraga rutin, dan bila merasa tidak enak badan agar menggunakan masker serta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan,” imbaunya.

Ia juga menyebutkan bahwa pada hari yang sama, Dinkes Bali menerima lima hasil pemeriksaan lain dengan hasil negatif, yang merupakan sampel dari bulan November. Hingga kini, masih ada beberapa sampel lain yang menunggu laporan dari rumah sakit sentinel.

Diketahui, dua pasien positif influenza tipe A tersebut merupakan laki-laki usia produktif 60-70 tahun, tanpa riwayat perjalanan luar negeri, dan kini telah dinyatakan pulih sepenuhnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN