Dispar Bali luncurkan Bali Calendar of Events (COE) Tahun 2026, di Aula Etna, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (13/1). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata (Dispar) secara resmi meluncurkan Bali Calendar of Events (COE) Tahun 2026 yang memuat rangkaian festival dan event unggulan yang akan digelar sepanjang tahun di seluruh kabupaten/kota di Pulau Dewata. Peluncuran Bali COE 2026 berlangsung di Aula Etna, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Denpasar, Selasa (13/1).

Kadispar Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, menyampaikan bahwa Bali COE 2026 mencatat total 56 event, yang terdiri atas 40 event budaya, 7 event olahraga (sport), 2 event MICE, 1 event fashion, 4 event musik, dan 2 event kuliner.

Dikatakan, bahwa penyusunan program event dalam Bali COE 2026 merupakan hasil kurasi dan sinkronisasi program lintas sektor yang telah dimulai sejak tahun 2018 melalui agenda program militan pariwisata. Menurutnya, agenda event awal ini menjadi wujud penguatan promosi pariwisata Bali secara terpadu dan terkoordinasi, dengan melibatkan kepentingan seluruh kabupaten/kota di Bali.

“Penyusunan kalender event ini dilakukan melalui proses kurasi. Sudah melibatkan kepentingan kabupaten/kota, pernah kita bahas bersama, dan saya pimpin langsung agar apa yang kita tampilkan benar-benar merupakan yang terbaik dari potensi masing-masing daerah,” ujar Sumarajaya.

Ia menjelaskan, event-event yang dirancang tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga dimanfaatkan sebagai saluran promosi strategis untuk mendorong pariwisata Bali ke arah yang berkualitas dan bermartabat.

Ia menegaskan, pelaksanaan event ke depan tidak semata-mata berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan, melainkan pada kualitas pengalaman, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, setiap event didorong untuk menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, inklusif, serta menghormati nilai adat dan budaya Bali.

Baca juga:  Dari Ribuan Burung Mati Berjatuhan hingga Selamatkan Bali dengan “Quarantine in Paradise”

“Kami menaruh harapan besar agar sinergi program kegiatan di tahun 2026 ini dapat menjadi sarana pemerataan kunjungan wisatawan, baik dari sisi waktu maupun wilayah,” harapnya.

Dengan penyebaran event yang merata sepanjang tahun dan di seluruh kabupaten/kota, diharapkan tidak terjadi penumpukan kunjungan pada periode atau lokasi tertentu saja, melainkan tercipta keseimbangan yang berdampak positif bagi perekonomian daerah.

Sumarajaya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyukseskan Bali COE 2026. “Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, desa adat, komunitas kreatif, akademisi, serta dukungan aktif insan media dalam menyebarluaskan informasi dan promosi event-event yang telah direncanakan,” tegasnya.

Melalui Bali Calendar of Events 2026, seluruh pihak diharapkan menjadikan COE sebagai acuan bersama dalam penyusunan program, promosi, dan pelaksanaan kegiatan, sehingga tercipta keselarasan langkah dan tujuan dalam memajukan pariwisata Bali yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Dengan kalender event yang tersusun sepanjang tahun ini, Bali COE 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak pariwisata berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali secara merata. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Tekan COVID-19 Tanpa PSBB, Presiden Ingin Bali Dicontoh

Berikut Rangkaian Event Bali Calendar of Events (COE) 2026:

Februari
• 6th Multilateral Naval Exercise
Event berskala internasional di Pelabuhan Benoa yang mempertemukan angkatan laut berbagai negara, dipadukan dengan kegiatan budaya, pameran maritim, dan pertunjukan seni lokal.

Maret
• Buleleng International Rhythm Festival (10–13 Maret 2026)
• Kesanga Fest 2026 (12 Maret 2026)
• Pawai Ogoh-Ogoh Denpasar (18 Maret 2026)
• Lukat Geni, Paksebali Klungkung (18 Maret 2026)
• Omed-Omedan, Sesetan Denpasar (20 Maret 2026)
• Buleleng Ethno Carnival

April
• Bali Spirit Festival (15–19 April 2026)
• Festival Semarapura (28 April–1 Mei 2026)
• Food, Hotel & Tourism Bali – FHTB (28–30 April 2026)

Mei
• BTR Ultra (15–17 Mei 2026)
• Ubud Food Festival (29–31 Mei 2026)
• Bali & Beyond Travel Fair – BBTF (28–30 Mei 2026)
• Gianyar Layang-Layang Festival

Juni
• Bali International Film Festival (Balinale) (1–7 Juni 2026)
• Bali Wellness & Beauty Expo (4–6 Juni 2026)
• Ubud Open Studios (5–7 Juni 2026)
• Tenganan Pegringsingan Culture Festival (9–11 Juni 2026)
• Pesta Kesenian Bali XLVII (13 Juni–11 Juli 2026)
• Semarak Pandawa Festival (18–20 Juni 2026)
• Karangasem Festival (22 Juni 2026)
• Mekotek, Desa Munggu (27 Juni 2026)

Baca juga:  Terkonfirmasi COVID-19, Kepala Inspektorat Denpasar Berpulang

Juli
• Penglipuran Village Festival (10–12 Juli 2026)
• Festival Bali Jani (11–25 Juli 2026)
• Jatiluwih Festival (18–19 Juli 2026)
• Lovina Festival (24–26 Juli 2026)
• Bali International Choir Festival (26–30 Juli 2026)
• Rare Angon Festival

Agustus
• Ubud Village Jazz Festival (7–8 Agustus 2026)
• Buleleng Festival (23–28 Agustus 2026)
• Maybank Marathon (24 Agustus 2026)
• Tanah Lot Art and Food Festival
• Makepung Bupati Cup
• Denpasar Kite Festival
• Medewi Boardriders Challenge

September
• Taman Ayun Barong Festival (4–6 September 2026)
• Bali International Airshow (24–27 September 2026)
• Lembongan Surf and Music Festival
• Buleleng Fashion Festival
• Parade Budaya Jembrana

Oktober
• Nusa Penida Festival (5–7 Oktober 2026)
• Klungkung Heritage Festival (10–11 Oktober 2026)
• Gebug Seraya Festival (10–12 Oktober 2026)
• Ubud Writers & Readers Festival (21–25 Oktober 2026)
• Tulamben Ocean Harmony Festival
• Bali Hockey Festival

November
• Pemuteran Bay Festival (6–8 November 2026)
• Makepung Lampit (15 November 2026)
• Makepung Jembrana Cup
• Ulun Danu Festival
• Jembrana Jegog Festival
• Sanur Village Festival
• Goa Lawah Festival (23 November 2026)

Desember
• Pandawa Beach Festival (25 Desember 2026)
• Bali Rockin’ Blues Festival
• Denpasar Festival

BAGIKAN