
DENPASAR, BALIPOST.com – Pariwisata alam termasuk menjaga lingkungan alam akan menjadi tren berwisata pada 2026 ini. Disamping itu kegiatan spiritual, yoga atau wellness tourism juga menjadi tren yang tetap bertahan di tahun ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Bali I Putu Winastra saat diwawancarai, Minggu (1/11).
Dia mengatakan, tren wisata 2026 akan lebih kedapa desa wisata dengan penerapan ekowisata yang lebih peduli akan lingkungan. “Termasuk kegiatan wellness, spiritual hingga yoga menjadi pada 2026 ini,” katanya.
Demikian kawasan yang mendukung kegiatan tersebut seperti Ubud termasuk desa-desa wisata akan menjadi destinasi yang akan menarik dikunjungi tahun ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh pelaku parwisata di Ubud. Creative Director Om Ham Retreat and Resort Wahyuning Sri mengatakan, lonjakan yang cukup signifikan pada okupansi atau tingkat hunian kamar hotel terjadi di resortnya. Pada resort yang menawarkan berbagai aktivitas wellness ini merasakan kenaikan kunjungan dari tahun ke tahun.
“Jika dulu tamu datang ke properti kami hanya untuk sekadar stay atau mencari akomodasi saat liburan, tahun ini motifnya bergeser menjadi healing dan recharging,” kata Wahyuning.
Wisatawan yang datang untuk menikmati aktivitas healing di tempatnya didominasi wisman. Terutama asal Amerika, Australia termasuk Asia yang mulai tertarik untuk retreat.
Menurutnya, retreat atau penyegaran diri sangat populer di luar negeri terutama di Barat. Sehingga tidak sedikit wisman yang datang ke Bali untuk mengikuti program retret di tempatnya.
Disinggung terkait upaya untuk menangkap lebih banyak peluang wellness tourism kedepan, ia mengatakan, pihaknya menekankan promosi pada aspek emosional yang tidak hanya menampilkan kemewahan resort pada konten promosi.
“Kami mengomunikasikan bagaimana tamu akan merasa lebih segar, tenang, dan kembali berenergi setelah pulang dari tempat kami,” katanya.
Demikian Wahyuning mengaku, pihaknya tidak hanya menjual kamar, namun mulai merancang paket bundling yang mencakup akomodasi, makanan sehat berbasis bahan lokal, dan aktivitas seperti sound healing dengan certified sound therapist, kelas kundalini tantra yoga bersama Master Ketut Arsana, atau nature bathing di sekitar area properti. (Widi Astuti/balipost)










