
KUPANG, BALIPOST.com – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur memastikan jasad yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam operasi pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Minggu (4/1) adalah pelatih tim B wanita Valencia Spanyol, Fernando Martin Carreras (FMC).
“Benar yang bersangkutan adalah pelatih Valencia untuk tim B yang teridentifikasi melalui cincin dan jam tangan,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra dikutip dari Kantor Berita Antara.
Selain itu kepastian lainnya juga adalah ditemukan kesesuaian antara data ante mortem dan post mortem antara lain jenis kelamin pria dewasa, tinggi badan, ciri khusus seperti tato juga.
Dia mengatakan seluruh temuan tersebut dikonfirmasi oleh pihak keluarga langsung yang masih berada di Labuan Bajo hingga Minggu (4/1) hari ini.
Dia mengungkapkan proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh oleh Tim DVI Biddokkes Polda NTT, dengan membandingkan data ante mortem (AM) dari keluarga dan kedutaan, serta data post mortem (PM) hasil pemeriksaan medis forensik.
Tentunya ujar dia proses identifikasi juga dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip ilmiah dan kemanusiaan.
“Tim DVI mengumpulkan dan mencocokkan data primer dan sekunder sesuai protokol Interpol, meskipun data primer seperti sidik jari tidak dapat digunakan secara optimal akibat kondisi jenazah,” tambah dia.
Saat ini, jenazah korban kecelakaan kapal wisata itu berada di fasilitas kesehatan di Labuan Bajo untuk penanganan lanjutan.
Karena masih menunggu proses koordinasi pemulangan ke negara asal bersama pihak keluarga dan perwakilan kedutaan.
Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal motor Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Kapal pinisi itu membawa 11 penumpang yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu orang pemandu wisata, serta empat orang kru kapal.
Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sedangkan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Pencarian Diperpanjang
Sementara itu, Tim SAR gabungan sepakat untuk memperpanjang kembali pencarian korban kapal Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
“Kita lanjutkan lagi proses pencarian korbannya. Kami perpanjang lagi proses pencariannya selama tiga hari, “ kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC).
Proses pencarian sudah dilakukan selama 10 hari. Setelah dilakukan perpanjangan pencarian sejak tanggal 2-4 Januari 2026.
Selama 10 hari pencarian itu, Tim SAR gabungan yang terdiri atas Kantor Pencarian dan Pertolongan, Ditpolairud Polda NTT, TNI AL, Bakamla dan pihak terkait lainnya berhasil menemukan jasad dua korban yang hilang.
Korban pertama yang ditemukan adalah anak berusia 12 tahun, anak dari pelatih Valancia tersebut, sementara korban kedua yang ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Minggu (4/1) adalah pelatih Valencia.
Fahtur Rahman mengatakan perpanjangan kembali pencarian korban tenggelam dilakukan setelah tim SAR gabungan pada Minggu (4/1) menemukan jasad korban.
“Dengan diketemukan satu korban pagi tadi, tanda-tanda diketemukan korban yang lain ada, makanya kita perpanjang lagi selama tiga hari,” ujar dia.
Jika selama tiga hari perpanjangan tidak ditemukan lagi korban yang lain, maka akan ditutup masa pencariannya, namun akan tetap dipantau.
Lebih lanjut, ia mengatakan terkait kendala yang ditemukan di lapangan saat pencarian korban adalah faktor cuaca, dimana sulit diprediksi, tetapi proses pencarian tetap kita laksanakan. (kmb/balipost)









