Petugas SAR gabungan mengevakuasi kantong berisi jenazah korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/12/2025). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebelum dipulangkan ke Spanyol, salah satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/12) sempat dibawa ke RSUD Bali Mandara, Bali.

Informasi tersebut dibenarkan oleh dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr. Ida Bagus Putu Alit, DMF., Sp.F, saat dikonfirmasi pada Jumat (2/1).

“Jenazah dikirim dari Labuan Bajo ke RSUD Bali Mandara. Namun sifatnya hanya transit, sebelum selanjutnya dikirim ke negara asal korban,” jelas dr. Alit.

Ia menjelaskan, jenazah tersebut tiba di RSUD Bali Mandara pada Rabu, 31 Desember 2025. Seluruh proses pemeriksaan forensik dan identifikasi telah dilakukan sebelumnya di Labuan Bajo oleh tim berwenang setempat.

Baca juga:  Tim SAR Temukan Satu WN Spanyol Hilang di Perairan Labuan Bajo Pascatenggelamnya Kapal Wisata

“Semua proses pemeriksaan dan identifikasi sudah dilakukan di Labuan Bajo. Di Bali tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan. Jenazah sudah dikremasi pada Kamis, 1 Januari 2026. Hanya satu jenazah,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Bali Mandara, dr. I Gusti Ngurah Putra Dharma Jaya, saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan bahwa pihak rumah sakit tidak dapat membeberkan identitas korban, seperti nama, usia, jenis kelamin, maupun asal negara secara rinci.

Baca juga:  Operasi Pencarian 3 WN Spanyol di Perairan Labuan Bajo Diperpanjang

“Mohon maaf, atas permintaan keluarga korban, kami tidak diizinkan menyampaikan data pribadi korban,” ujar Dharma Jaya singkat, Jumat (2/1).

Ia hanya memastikan bahwa korban merupakan warga negara asing (WNA).

Sebelumnya, kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Selat Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan.

Dalam peristiwa tersebut, dilaporkan empat warga negara Spanyol dinyatakan hilang, sementara dua orang lainnya berhasil selamat. Berdasarkan informasi yang berkembang, para korban WNA asal Spanyol tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari enam orang.

Baca juga:  Kedubes Spanyol Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian 3 Warganya Hilang di Perairan Labuan Bajo

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan oleh tim SAR. Salah satu korban yang dilaporkan masih dalam pencarian diketahui bernama Martin Carreras Fernando, yang disebut merupakan pelatih tim sepak bola putri klub Valencia, Spanyol, bersama tiga anaknya yang masih di bawah umur.

Pihak berwenang menyatakan bahwa informasi terkait identitas korban dan perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara resmi sesuai hasil verifikasi dan permintaan keluarga korban. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN