Seminar pengelolaan sampah di Banjar Pukuh, Desa Susut, Sabtu (3/1). (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Persoalan sampah yang tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat mendapat perhatian serius dari generasi muda di Desa Susut. Sebagai langkah nyata, Karang Taruna Sutra Utama Desa Susut menggelar seminar pendidikan pengelolaan sampah pada Sabtu (3/1).

Seminar yang menghadirkan Ny. Putri Suastini Koster sebagai pembicara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Susut Festival, ajang yang baru pertama kali diselenggarakan oleh pemuda di desa tersebut. Kegiatan seminar itu melibatkan ibu-ibu PKK dari sembilan banjar yang ada di Desa Susut.

Baca juga:  Bank Dunia Temui Gubernur Koster di Jayasabha

“Kenapa kami angkat isu sampah karena kami ingin membangun kesadaran masyarakat di Desa Susut utamanya. Kami mulai dari PKK karena PKK yang banyak mengelola sampah di rumah tangga. Jadi kita upayakan edukasi pertama ke PKK. Kita harapkan PKK menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah dan mengedukasi ke anggota keluarganya yng lain,” jelas Ketua Karang Taruna Sutra Utama Desa Susut Kadek Adi Taruna, usai seminar Sabtu (3/1).

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal Dunia Bertambah 3 Orang

Selain edukasi soal sampah, festival yng digelar selama tiga hari dari 3-5 Januari itu juga diisi aksi penanaman pohon dan penyerahan 100 bibit pohon produktif bantuan DKLH Provinsi Bali yang akan disebar ke seluruh wilayah Banjar di Desa Susut. Ada juga kegiatan jalan santai, acara hiburan ngibing joged dan penyerahan gong kepada siswa SMP.

Susut Festival dilaksanakan sebagai ajang untuk menyatukan pemuda dari 9 Banjar Dinas di Desa Susut. Kadek Adi menargetkan Susut Festival menjadi agenda rutin tahunan. “Harapan kami ke depan, Susut Festival ini bisa terus berjalan tiap tahun. Jika sekarang edukasinya ke PKK, tahun depan kami targetkan masuk ke sekolah-sekolah,” tambahnya.

Baca juga:  Karya Agung Pangurip Gumi Jadi Sarana Edukasi Pengolahan Sampah

Penasehat Karang Taruna Sutra Utama Desa Susut Dewa Agung Lidartawan mengapresiasi pelaksanaan Susut Festival sebagai ajang mempersatukan pemuda. Dia pun mendorong pemuda di Desa Susut untuk terus melaksanakan kegiatan yang positif. Dia meyakini Desa Susut akan menjadi desa yang unggul kalau anak mudanya bersatu. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN