
SINGARAJA, BALIPOST.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat peningkatan signifikan kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Celukan Bawang pada tahun 2026. Jumlah kunjungan cruise tercatat melonjak hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan operator kapal pesiar terhadap kesiapan fasilitas serta profesionalisme pelayanan pelabuhan di Bali Utara.
Peningkatan kunjungan tersebut sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu gerbang utama wisata bahari di Bali Utara. Untuk mengakomodasi lonjakan kedatangan kapal pesiar, Pelindo telah melakukan sejumlah inisiatif strategis guna meningkatkan kualitas layanan pelabuhan.
Beberapa upaya yang telah direalisasikan di antaranya perkerasan area parkir kendaraan yang mulai digunakan sejak November 2025, serta pembangunan terminal penumpang yang ditargetkan rampung pada pertengahan Januari 2026. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi wisatawan kapal pesiar yang berkunjung.
Dampak positif dari meningkatnya kunjungan cruise tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat di empat desa penyangga pelabuhan, yakni Desa Celukan Bawang, Pengulon, Tinga-tinga, dan Tukadsumaga. Manfaat ekonomi dirasakan oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Keterlibatan masyarakat terlihat dari penyediaan konsumsi, kuliner tradisional, pengrajin, hingga penjual cendera mata. Selain itu, komunitas desa turut aktif menyambut wisatawan melalui pertunjukan budaya, welcome dance, serta penampilan sanggar tari. Bahkan, sebagian TKBM juga berperan ganda sebagai anggota sanggar seni maupun pengemudi APWC.
General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, saat dihubungi Minggu (4/1), menjelaskan ke depan layanan kargo diharapkan dapat berjalan secara bersamaan dengan layanan kapal pesiar. Hal tersebut seiring dengan pengembangan fasilitas Pelabuhan Celukan Bawang sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang saat ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
“Pelindo Cabang Celukan Bawang saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk pemilik kargo energi, semen, dan aspal, guna meningkatkan daya tarik layanan kargo,” jelasnya.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas cruise, Pelindo juga terus mengintensifkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut meliputi pemberian bantuan sembako, alat pelindung diri (APD), serta pelatihan keselamatan kerja bagi TKBM.(Yudha/balipost)










