
SINGARAJA, BALIPOST.com – Awal bulan puasan ini, arus mudik tujuan Sapeken melalui Pelabuhan Celukan Bawang mulai menunjukkan peningkatan. Aktivitas penumpang tampak mulai memadati area Dermaga 3 dan shelter penumpang, meskipun kondisi ini masih tahap awal dan belum memasuki puncak keberangkatan.
Pantauan Rabu (4/3), sebanyak 316 penumpang tercatat berangkat menuju Sapeken menggunakan kapal perintis Sabuk Nusantara 74. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan seiring mendekati puncak arus mudik.
Layanan kapal perintis pada rute tersebut dilayani dua armada, yakni Sabuk Nusantara 51 dan Sabuk Nusantara 74. Kedua kapal melayani rute melingkar dengan titik awal dan akhir di Kalianget, melalui Kangean, Sapeken, Celukan Bawang (Bali), Labuhan Lombok, Badas, Bima hingga Waikelo, sebelum kembali melalui rute yang sama.
Untuk mendukung kenyamanan penumpang, pengelola pelabuhan telah menyiapkan fasilitas shelter penumpang di area Dermaga 3 sebagai ruang tunggu sebelum proses embarkasi. Selain itu, layanan porter juga disiagakan guna membantu penanganan barang bawaan penumpang agar proses naik kapal berlangsung tertib dan lancar.
GM Pelindo Celukan Bawang, Mochammad Imron mengatakan seluruh layanan operasional berjalan optimal dan terus dipantau guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang menjelang puncak arus mudik yang akan mulai pada periode 6 Maret hingga 6 April 2026. Kawasan Celukan Bawang diperkirakan kembali menjadi alternatif jalur mudik, khususnya bagi masyarakat tujuan Madura.
“Saat ini arus penumpang sudah mulai meningkat namun belum memasuki puncak. Kami memastikan seluruh fasilitas dan layanan di Dermaga 3 dalam kondisi siap melayani pemudik,” ujarnya.
Ke depan, Pelindo juga merencanakan penambahan atau perluasan ruang tunggu penumpang seluas sekitar 75 meter persegi di area Dermaga 3. Pengembangan ini ditargetkan siap melayani pemudik pada 2026 sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan di Pelabuhan Celukan Bawang.
“kami berkomitmen terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antar wilayah, khususnya pada momentum angkutan Lebaran,” tandasnya. (Yuda/balipost)










