Petugas menaburkan Monsos TB dalam upaya mencegah DBD di Lapas Tabanan. (BP/istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Kondisi hunian yang melebihi kapasitas membuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan rentan terhadap penyebaran penyakit menular, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyadari potensi risiko tersebut, Lapas Tabanan mengintensifkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) hingga ke seluruh blok hunian.

Melalui tim medis, petugas menyisir berbagai titik rawan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Bak dan ember penampungan air, selokan, hingga area brandgang menjadi fokus pemeriksaan dan pembersihan guna meminimalisasi ruang hidup nyamuk penyebab DBD.

Upaya pencegahan tidak hanya pembersihan lingkungan. Tim medis Lapas Tabanan juga menaburkan Mosnon TB pada tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang jentik. Langkah ini dinilai efektif untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk sekaligus memperkuat gerakan PSN di area hunian yang padat aktivitas.

Baca juga:  Korban Penebasan di Kerobokan Kritis, Satu Pelaku Buron

Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, menekankan pentingnya peran aktif Warga Binaan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di tengah kondisi hunian yang padat. Ia mengingatkan agar benda-benda yang berpotensi menampung air tidak dibiarkan menumpuk di kamar maupun area sekitar blok.

“Botol bekas, wadah plastik, atau barang lain yang bisa menampung air sebaiknya segera dibuang atau dimanfaatkan kembali. Jika dibiarkan, ini berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk dan memperbesar risiko penularan DBD,” jelasnya.

Baca juga:  Warga Binaan Lapas Dilatih Buat Tempe

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa intensifikasi PSN merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menjaga kesehatan warga binaan, terlebih dalam situasi hunian yang over kapasitas.

“Dengan kondisi hunian yang padat, pencegahan penyakit menjadi hal yang sangat penting. Kami berupaya maksimal agar Warga Binaan tetap sehat dan terlindungi dari ancaman penyakit, khususnya DBD, melalui langkah-langkah preventif yang berkelanjutan,” tegas Prawira.

Selain aksi lapangan, tim medis juga memberikan edukasi kesehatan kepada Warga Binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan kamar dan lingkungan sekitar. Kesadaran kolektif antara petugas dan Warga Binaan diharapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang bersih, sehat, dan aman.

Baca juga:  Mulai Meningkat, Penggunaan Unik di Jalan Tol

Salah seorang Warga Binaan, Ketut, mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak Lapas Tabanan. Ia mengaku merasa diperhatikan dan siap berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berterima kasih karena kesehatan kami selalu diperhatikan. Kami akan ikut menjaga kebersihan lingkungan Lapas seperti menjaga rumah sendiri,” ujarnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN