
NEGARA, BALIPOST.com – Warga di sekitar Terminal Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang pria lanjut usia (lansia), Sabtu (30/8) sore. Korban meninggal setelah sebelumnya sempat kejang-kejang di pinggir jalan atau jalur pejalan kaki menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Dari identifikasi, pria tersebut diketahui bernama Sumahwi (79), seorang petani asal Dusun Pancoran, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pria ini sebelumnya mencari kroto (telur semut rangrang) di wilayah Jembrana.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari keterangan saksi korban sebelumnya datang dari wilayah Jembrana untuk mencari kroto (telur semut rangrang).
Setibanya di areal Pelabuhan Gilimanuk, tepatnya di depan Toko Jaya Bali, korban sempat menyampaikan kondisi tubuhnya yang kurang enak badan dan kemudian naik ojek. “Namun sekitar 10 meter dari lokasi awal, tepat di depan Terminal Gilimanuk, korban mengalami kejang-kejang. Sopir ojek pun menghentikan kendaraan dan menurunkan korban,” jelas Kompol Arya.
Mendapat laporan warga, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas II Melaya serta Unit INAFIS Polres Jembrana. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dr. Kusuma Wardana, korban dinyatakan meninggal dunia tanpa adanya tanda-tanda kekerasan.
“Dari keterangan pihak keluarga, korban memang sering mengeluh sesak napas. Mereka mengikhlaskan kepergian korban dan sudah menjemput jenazah menggunakan ambulans dari Ketapang, Banyuwangi,” tambahnya. Polisi memastikan penyebab meninggalnya korban diduga karena sakit sesak napas sesuai hasil pemeriksaan awal dokter. (Surya Dharma/balipost)