Aktivitas pelayanan jasa kepelabuhan di Pelabuhan Serangan (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Perhubungan Denpasar menargetkan retribusi dari pelayanan jasa kepelabuhan Serangan tahun ini sebesar Rp608 juta. Terutama dengan beroperasinya kapal cepat Denpasar-Banyuwangi, mendorong peningkatan retribusi ke Pemkot Denpasar.

Kepala Dinas Perhubungan Denpasar I Ketut Sriawan, Selasa (19/8) mengatakan, untuk menggenjot potensi Denpasar khususnya wilayah pesisir, Dinas Perhubungan Denpasar menargetkan pelayanan jasa kepelabuhan Serangan.

“Peningkatanan pelayanan jasa Pelabuhan Serangan ini salah satu inovasi kita untuk meningkatkan potensi retribusi pelabuhan Kota Denpasar,” ujarnya.

Baca juga:  APBN Dijamin Tetap Aman Meski Ada Eskalasi Konflik Timur Tengah

Pada UU nomor 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD), Dishub tidak boleh memungut retribusi pengujian kendaraan bermotor, retribusi terminal barang. Sehingga sesuai kewenangan dan amanat undang undang, Dishub mencari potensi di pelabuhan laut. “Dan ini akan kita tingkatkan kolaborasi dengan desa adat dan stakeholder pelabuhan,” ujarnya.

Target khusus pelabuhan Serangan tahun 2025 sebesar Rp608 juta namun ia memproyeksi realisasi retribusi melebihi target yaitu Rp 730 juta.

Baca juga:  5 Berita Terpopuler: Dari Bali Siap Bangun PSEL hingga Penertiban Ojol Liar di Kuta

Sedangkan target keseluruhan pendapatan Dishub pelabuhan angkutan barang dan orang yaitu Rp1,8 Miliar. “Tapi kami estimasi capaian 2025 tercapai Rp2 Miliaran,” ungkapnya.

Menurutnya jika pengelolaan Pelabuhan Sanur segera diserahkan ke Pemkot maka pendapatan dari layanan jasa kepelabuhan Sanur saja bisa mencapai Rp6 Miliar – Rp7 Miliar.

Untuk mencapai target tersebut, upaya yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas layanan dengan memperbaiki sarana prasarana perhubungan. “Kita memungut retribusi, berarti kita harus berani memperbaiki sistem pelayanan dan sarana prasarana perhubungan untuk mewujudkan keamanan, kenyaman dan keselamatan transportasi,” ujarnya. (Citta Maya/Balipost)

Baca juga:  Pendapatan RSUD Buleleng Turun Rp40 Miliar, Pelayanan Tidak Boleh Terdampak

 

 

BAGIKAN