Dewa Made Indra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 karena transmisi lokal di Bali masih belum mereda. Belakangan bahkan terus mengalami pertambahan.

Dari yang sebelumnya relatif kecil, kini sudah hampir berhimpitan proporsinya dengan imported case. Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Jumat (22/5) mengatakan, dari jumlah akumulatif 380 kasus positif COVID-19, 372 diantaranya merupakan WNI.

Rinciannya, 186 orang atau 51,05 persen merupakan imported case, 31 orang atau 8,16 persen tertular di daerah terjangkit luar Bali, dan 155 orang atau 40,79 persen merupakan transmisi lokal. “Kalau kita cermati angka ini maka pergerakannya cukup memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut Dewa Indra, banyak masyarakat yang tidak tahu dirinya terinfeksi atau orang tanpa gejala (OTG). Mereka tertular bisa karena tidak disiplin, tidak peduli, atau memang karena ketidaktahuan.

Baca juga:  Ini Alasan Gunung Agung Dinaikkan Levelnya

Agar angka transmisi lokal tidak terus bertambah dari hari ke hari, upaya pencegahan kini ditingkatkan. Tidak hanya sebatas rajin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan menjaga kebugaran tubuh.

Apalagi di masyarakat sekarang sudah ada indikasi kesadaran yang semakin tinggi untuk penggunaan masker. Meskipun masih ada yang ditemukan belum memakai. “Hari ini kita tambahkan lagi. Disamping menggunakan masker, mari kita membiasakan diri membawa hand sanitizer atau antiseptik pembersih tangan,” imbuhnya.

Dewa Indra menegaskan, hand sanitizer penting dibawa terutama saat beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Misalnya saat berbelanja di pasar atau aktivitas lain yang mesti memegang benda/bidang/tempat tertentu.

Oleh karena itu, memakai masker saja tidak cukup. Tangan juga harus dibersihkan dengan hand sanitizer yang lebih mudah dibawa. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.