SURABAYA, BALIPOST.com – Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Timur belum menerima pembayaran klaim BPJS dari pemerintah pusat. Hal ini karena petujuk teknis/ dan mekanisme pengajuan klaim dari Kementerian Kesehatan dianggap terlalu bertele-tele.

Berdasarkan data tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, ada 99 rumah sakit rujukan yang hingga kini masih belum mendapatkan pembayaran dari pusat. Masalah muncul karena petunjuk teknis dan mekanisme pengajuan klaim dari Kemenkes dianggap terlalu bertele-tele.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr. Joni Wahyuhadi, mengatakan ada dua peraturan yang harus diikuti, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7/Menkes 238/2020 dan Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 02/01/Menkes 295/2020. Ia mengatakan untuk pengajuan klaim tagihan, RS rujukan di Jatim masih harus belajar menyesuaikan dengan Permenkes.

Baca juga:  5 Hari Alami Penurunan Kasus Baru, Bali Catatkan Lagi Tambahan Belasan Kasus Positif COVID-19

Meski demikian, ia mengatakan ada beberapa rumah sakit rujukan di Jatim sudah menerima pembayaran uang muka. Dikatakannya, RS Dokter Soetomo Surabaya rencananya akan mengajukan klaim pembiayaan pasien COVID-19 ke BPJS untuk pasien bulan Maret. (Feri Saputra/Surabaya TV)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.