Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tambahan kasus positif COVID-19 di Bali pada Rabu (13/5) kembali terjadi. Namun, jumlahnya kembali menurun dari sehari sebelumnya.

Dari data, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 332 orang. Artinya ada penambahan 4 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 328 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh bertambah makin tinggi. Kumulatif kasus positif COVID-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 220 kasus. Bertambah 5 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 215 pasien sembuh.

Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Datanya, 2 WNI dan 2 WNA.

Dari catatan Bali Post, sejak Kamis (9/4), kasus positif terus bertambah. Pada Kamis (9/4), jumlah kasus bertambah sebanyak 14 pasien. Kemudian berlanjut pada Jumat (10/4) terjadi penambahan 12 kasus.

Pada Sabtu (11/4), jumlah kasus tambahan mengalami tren penurunan dengan jumlah 4 kasus. Pada Minggu (12/4), jumlah kasus bertambah lagi mencapai 2 orang. Pada Senin (13/4) terjadi lagi penambahan kasus sebanyak 5 pasien.

Sedangkan pada Selasa (14/4) dan Rabu (15/4) terjadi penambahan harian masing-masing mencapai 6 orang. Terakhir, pada Kamis (16/4), Bali mencatatkan jumlah kasus positif harian tertinggi sebanyak 15 kasus.

Pada Jumat (17/4) tercatat ada penambahan 11 kasus. Sabtu (18/4) jumlah penambahan kasusnya sebanyak 7 pasien. Sementara Minggu (19/4) terjadi penambahan 4 kasus. Untuk Senin (20/4) tercatat kasus baru sebanyak 5 orang.

Sedangkan pada Selasa (21/4) jumlah kasus bertambah 10 kasus. Dan pada Rabu (22/4) terjadi penambahan 2 kasus. Sementara di Kamis (23/4) terjadi lonjakan kasus sebanyak 15 konfirmasi positif.

Untuk Jumat (24/4) penambahan kasus positif Bali mencapai 10 orang. Sedang pada Sabtu (25/4), jumlah penambahan kasus sebanyak 6 orang. Di Minggu (26/4) terjadi penambahan kasus sebanyak 3 orang.

Pada Senin (27/4), terjadi penambahan kasus sebanyak 7 warga positif COVID-19. Di Selasa (28/4) terjadi lonjakan signifikan, mencapai rekor baru penambahan harian kasus terkonfirmasi positif di Bali, yakni sebanyak 22 kasus.

Sedangkan pada Rabu (29/4), Bali tidak mengalami penambahan pasien positif. Bali kembali menambah kasus baru pada Kamis (30/4), sebanyak 7 orang.

Di Jumat (1/5), jumlah kasus di Bali bertambah 13 orang. Pada Sabtu (2/5), tercatat ada 2 kasus baru. Untuk Minggu (3/5), mencetak rekor baru lagi sebanyak 25 kasus.

Baca juga:  Gunakan Buah Lokal untuk Yadnya, Desa Adat Didorong Buat "Perarem"

Sementara pada Senin (4/5), kasus bertambah sebanyak 7 orang. Di Selasa (5/5), Bali mencatatkan 6 kasus baru. Pada Rabu (6/5), tak ada kasus baru yang dicatatkan.

Untuk Kamis (7/5), bertambah 10 orang. Sementara pada Jumat (8/5), kasus baru di Bali bertambah 13 orang. Di Sabtu (9/5), kasus bertambah 6 orang. Pada Minggu (10/5), jumlah kasusnya bertambah sebanyak 5 orang.

Sementara untuk Senin (11/5), kasus bertambah sebanyak 3 orang. Untuk Selasa (12/5), penambahan kasus melonjak sebanyak 14 pasien.

Penambahan Kasus di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streamingnya, mengajak untuk membatasi aktivitas sosial karena tidak tahu siapa yang membawa virus ini. “Di dalam komitmen bersama, yang pertama kali dilakukanlah adalah mari masing-masing melindungi diri agar tidak tertular,” ujarnya.

Komitmen yang kuat melindungi diri sendiri, lanjutnya, kalau diterapkan dalam sebuah komunitas akan efektif. “Manakala komitmen ini kita lakukan dengan bersungguh-sungguh, maka kita yakin bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” jelasnya.

Ia pun mengatakan masyarakat harus membiasakan diri menjalani hidup dengan cara yang baru. “Cara hidup gaya baru inilah yang kita kenal dengan pola hidup bersih dan sehat. Dengan memahami bahwa penyakit ini harus kita kendalikan,” tegas Yurianto.

Yurianto mengatakan sudah ada sebanyak 169.195 spesimen diperiksa dengan dua metode, yakni real time PCR dan test cepat molekuler. Spesimen diambil dari 123.572 orang.

Masih ada penambahan kasus positif sebanyak 689 kasus sehingga kumulatif menjadi 15.438 kasus. Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 224 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 3.287 pasien. Kasus meninggal bertambah 21 orang sehingga total kasus menjadi 1.028 orang.

Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 256.299 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 33.042 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 379 sudah terdampak.

“Inilah data-data yang kita dapatkan. Masih kita yakini bahwa penyebaran di masyarakat masih terus terjadi. Mari kita biasakan pola hidup baru kita,” ajaknya. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.