Warga menggunakan masker wajah berjalan-jalan di sebuah pertokoan bawah tanah di Seoul, pada Rabu (6/5). (BP/AFP)

SEOUL, BALIPOST.com – Korea Selatan (Korsel) kembali ke kehidupan normal, secara garis besarnya, pada Rabu (6/5) waktu setempat seiring kembalinya pekerja ke kantor. Dikutip dari AFP, museum dan perpustakaan dibuka kembali dengan mengikuti peraturan social distancing setelah kasus baru COVID-19 mengalami penurunan.

Korsel mengalami penyebaran wabah yang cukup buruk setelah penyebaran virus itu di China. Meski tidak pernah mewajibkan penguncian wilayah, peraturan social distancing ketat diberlakukan sejak Maret.

Karyawan diminta kerja dari rumah, sementara tahun ajaran baru yang semestinya mulai pada Maret ditunda.

Sejumlah kegiatan, dari konser K-pop sampai pertandingan olahraga ditunda atau dibatalkan. Sementara museum dan galeri ditutup, begitu juga kegiatan agama mengalami penundaan.

Korsel agaknya sudah berhasil mengatasi penyebaran COVID-19 ini lewat program penelusuran kontak, tes, dan perawatan secara masif. Keberhasilan Korsel ini bahkan mendapatkan pujian dari berbagai negara.

Dengan populasi sebanyak 51 juta jiwa, jumlah kematian tidak sampai 250 kasus. Jumlah kasus baru juga mengalami penurunan, dan sekarang hanya mencapai 13 kasus dalam 3 hari terakhir.

Baca juga:  WAN-IFRA Gelar Publish Asia 2018 di Bali

Semuanya berasal dari kedatangan penumpang internasional. Lebih dari 90 kasus di Korsel merupakan improted case dari warga yang pulang.

Setidaknya 100 orang mengunjungi Museum Korea di Seoul pada Rabu pagi. Dan pengunjung pertama, pasangan suami istri, diberikan sebuah buket bunga oleh staf di museum.

“Banyak dari rekan saya juga kembali bekerja hari ini, jadi kami sangat senang dengan pembukaan kembali museum,” kata Juru Bicara Museum Korea, Lee Hyun-ju.

Korsel melaporkan dua kasus baru pada Rabu, sehingga kumulatif kasusnya menjadi 10.806, menurut Pusat Kontrol Penyakit Korea.

Sejumlah olahraga profesional, termasuk baseball dan sepakbola, mulai musim baru mereka pada minggu ini setelah ditunda karena kekhawatiran penyebaran COVID-19. Pertandingan akan dilakukan di ruangan tertutup.

Sekolah akan dibuka kembali mulai 13 Mei. Penerapan “karantina setiap hari” yang diberlakukan Perdana Menteri, Chung Sye-kyun, masih berlanjut. Warga diminta menggunakan masker dan mencuci tangan secara rutin. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.