Petugas medis mengenakan pakaian steril saat akan memasuki Labotarium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta, Selasa (11/2/2020). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemprov Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berencana menambah lagi laboratorium untuk melakukan uji spesimen swab dengan metode PCR. Saat ini, pengujian sudah bisa dilakukan di laboratorium RSUP Sanglah.

Kemudian, RS PTN Universitas Udayana sudah 95 persen siap untuk tes PCR. “Selain itu, dalam upaya percepatan pemeriksaan spesimen swab ini, kami juga berencana untuk menambah laboratorium yakni laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa,” ujar Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Kamis (23/4).

Dewa Indra mengaku sudah berkunjung ke FK Unwar, Kamis siang. Yakni untuk melihat, apakah laboratorium FK Unwar memungkinkan untuk dijadikan laboratorium pengujian spesimen swab. “Secara umum saya memperoleh gambaran karena sudah bertemu dengan Dekan FK Unwar, laboratorium itu bisa untuk melaksanakan tugas itu,” jelasnya.

Baca juga:  Pemerintah Diminta Jangan Main-main Soal Data COVID-19

Menurut Dewa Indra, hanya perlu penambahan beberapa alat untuk melengkapi laboratorium tersebut. Harapannya dalam waktu tidak lama lagi, seperti kata Dekan, akhir minggu depan, sudah bisa dilengkapi. “Jadi ada beberapa alat yang masih perlu dibeli lagi. Tetapi secara umum sudah siap mereka,” imbuhnya.

Sementara untuk laboratorium di RS PTN Unud, Dewa Indra berharap sudah bisa difungsikan minggu depan. Saat ini hanya tinggal menunggu satu instrumen peralatan saja yang belum tiba.

Sedangkan peralatan yang lain sudah dipasang pada tempatnya dan tinggal menunggu uji coba. “Tadi saya cek kesana, hanya ada satu instrumen yang belum datang yakni namanya plate, yang ditempatkan di mesinnya untuk tempat mendudukkan spesimen itu dan dijanjikan dalam 1-2 hari bisa sampai,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.