Pekerja Migran Indonesia melakukan persembahyangan bersama. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Denpasar secara berkelanjutan terus dipantau Pihak Pemkot Denpasar. Dimana hingga saat ini  sebanyak 209 PMI di karantina dibeberapa Rumah Singgah yang telah ditetapkan oleh Pemkot Denpasar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, hingga Rabu (22/4) terdapat sedikitnya 209 orang PMI asal Denpasar yang sedang mengikuti karantina di rumah singgah yang disediakan Pemkot Denpasar. Namun demikian, kemungkinan akan terjadi pernambahan seiring kepulangan para PMI di Tanah Air beberapa hari ke depan.

Dimana hari ini para PMI melaksanakan persembahyangan bersama di rumah singgah dengan tetap berpatokan protokol Kesehatan yakni dengan physical distancing atau dengan menjaga jarak saat bersembahyang. Persembahyangan bersama ini dilaksanakan karena pada hari ini bertepatan hari Tilem Kedasa. “Iya pada hari ini bertepatan dengan Tilem Purnama para PMI yang sedang mengikuti proses karantina melakukan persembahyangan bersama di Pura Padmasana Hotel tempat karantina,” kata Dewa Rai. Selain itu Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar Denpasar untuk menjaga kebugaran selama mengikuti karantina para PMI juga melaksanakan kegiatan olah raga dan jemuran di areal hotel.

Baca juga:  Satu PDP Warga Lokal Dirawat di RSU Negara

Namun demikian, lanjut Dewa Rai, setelah seluruh PMI menjalani masa karantina selama 14 hari dan dinyatakan negatif, yang bersangkutan pun kembali diwajibkan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah selama 14 hari.

Dewa Rai kembali mewanti-wanti, selama 14 hari tersebut, pihak keluarga tidak diperbolehkan menjenguk dan hanya bisa berkomunikasi via telepon atau media sosial. Dalam masa karantina akan diawasi selama 24 jam oleh 3 tenaga medis dari RSUD Wangaya maupun Puskesmas termasuk juga dijaga oleh Satpol PP yang bekerja sama dengan pihak security hotel.

Dewa Rai berharap kepulangan PMI yang diperkirakan mencapai  ribuan orang secara bergelombang, baik yang melalui jalur darat, laut maupun udara agar lebih disiplin mengikuti arahan Pemerintah.  Selama menjalani karantina, Pemkot Denpasar menanggung biaya makan serta keperluan lainnya. Salah satu Pekerja Migran Indonesia asal Denpasar Putu Suyadnya mengaku sangat berterima kasih kepada Pemkot Denpasar atas pelayanan dan perhatian Pemkot Denpasar kepada PMI asal Kota Denpasar. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak walikota dan seluruh jajaran Pemkot Denpasar yang telah memperhatikan kami mulai tiba sampai saat mengikuti karantina, sehingga nantinya kami bisa tenang dan setelah dinyatakan sehat dapat segera bertemu dengan keluarga,”kata Suyadnya. (Asmara Putera/Balipost).

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.