Kondisi RS Nyitdah di Kabupaten Tabanan saat ini. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Setelah menjalani masa perawatan di ruang isolasi UPTD RS Nyitdah, kecamatan Kediri, satu pasien COVID-19 di kabupaten Tabanan telah dikonfirmasi sembuh. Artinya, hingga Rabu (22/4) tersisa tiga pasien positif yang masih harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Meski demikian dari laporan Ketua Harian Gugus Tugas percepatan penanganan Covid19 Tabanan yang diwakili oleh Juru Bicara nya Putu Dian Setiawan, kondisi ketiga pasien stabil dan tidak lagi ada keluhan. Hanya saja, untuk ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dilaporkan kurang.

Terkait hal itu Dian Setiawan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tabanan, menjelaskan untuk ketersediaan APD saat ini hanya cukup untuk sebulan kedepan. Meski demikian untuk kekurangannya sudah disorder untuk pembeliannya. “Untuk APD pasti akan dioptimalkan, jadi tidak sampai habis sekali, jauh hari sudah dipersiapkan dengan baik,”terangnya.

Untuk perkembangan kasus COVID-19 di Tabanan, pasien saat ini tersebar di dua ruang isolasi yakni di BRSU Tabanan dan UPTD RS Nyitdah. Untuk dua orang pasien yang ada di UPTD RS Nyitdah dan masuk kategori PDP sejauh ini masih menunggu hasil tes lanjutan. Dan karena keterbatasan APD, direncanakan akan dipusatkan di satu rumah sakit, dengan harapan APD bisa lebih dioptimalkan.

Baca juga:  Pastikan Sehat, Puluhan PMI Tabanan Dipulangkan

Sementara untuk para pekerja migran yang kin tengah menjalani masa karantina di hotel maupun penginapan di wilayah kabupaten Tabanan, lanjut kata Dian sesuai laporan Satgas berjumlah 137 orang. Dan masih ada ketersediaan sebanyak 240 kamar. Untuk menampung keluhan dari PMI di penginapan, Satgas juga telah membuat layanan pengaduan yang sebisa mungkin bisa segera ditindaklanjuti. “Tentang keluhan sudah langsung ditindaklanjuti dengan diberi pemahaman, apalagi Pemerintah Daerah sudah berusaha memberikan fasilitas terbaik yang bisa disiapkan,” ucapnya.

Selain memperhatikan kesehatan para pekerja migran, Gugus Tugas Tabanan pun juga memperhatikan kesehatan tim medis yang bertugas melakukan pemantauan di masing-masing tempat karantina. DImana untuk yang bertugas khususnya tim pemantau dari kesehatan lebih diprioritaskan pada tenaga SDM muda, dan tidak diperkenankan menggunakan usia lanjut karena rentan tertular virus. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.