Dua orang siswa sedang belajar di rumah. (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mendikbud Nadiem Makarim menggandeng TVRI menginisiasi program “Belajar dari Rumah”. Jadwal belajar bagi siswa-siswi di seluruh Indonesia pada stasiun TV milik pemerintah itu bahkan sudah beredar luas.

Yakni setiap hari Senin sampai Jumat, mulai 13 April mendatang selama 3 bulan ke depan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dikonfirmasi, Sabtu (11/4) membenarkan adanya informasi mengenai belajar lewat TVRI berikut dengan jadwalnya. Yakni, untuk PAUD pukul 08.00-08.30 Wib, kelas 1-3 pukul 08.30-09.00 Wib, kelas 4-6 pukul 10.00-10.30 Wib, kelas 7-9 pukul 10.30-11.00 Wib, kelas 10-12 pukul 14.00-14.30 Wib, serta materi pendidikan dan pengasuhan anak pukul 14.30-15.00 Wib.

“Itu sifatnya membantu. Selama ini kan para guru aktif sendiri pembelajaran daringnya. Sekarang dari Kementerian berupaya juga memberikan pelajaran,” ujarnya.

Menurut Boy, Kementerian melihat ada keterbatasan dalam pembelajaran secara daring atau online. Sebab, dari segi geografis tidak semua wilayah terjangkau jaringan internet.

Baca juga:  Hanura Usung "Bagia", Gerindra Nilai Hak Demokrasi

Sedangkan TVRI sudah menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia. Kemudian dari segi ekonomi, juga bisa mengatasi mahalnya harga paket internet untuk keperluan belajar secara daring. “Setidaknya itu dengan menonton bersama-sama, anak ditemani orangtua, relaksasi istilahnya. Bisa refreshing pelajaran,” imbuhnya.

Boy menambahkan, pihaknya bersama Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Bali sudah menginformasikan jadwal belajar di TVRI agar para kepala sekolah, guru dan siswa mengetahui program dari Kemendikbud itu. Kendati sekarang ada program belajar di TVRI, lanjut Boy, para guru tetap membimbing siswa atau memberikan pelajaran secara daring terkait kebijakan belajar dari rumah.

Program belajar di TVRI diharapkan bisa memberikan variasi dalam masa-masa belajar dari rumah. “Kalau dibilang keharusan (belajar di TVRI, red), ini sebenarnya kan pemerintah berupaya mengedukasi. Bagaimana bentuknya, baru Senin (13 April). Kita belum tahu juga,” jelasnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.