Tangkapan layar sebaran COVID-19 di Bali dari situs https://pendataan.baliprov.go.id. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (10/4), Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia merilis laporan terbaru terkait jumlah pasien positif COVID-19 di seluruh Indonesia. Dalam dashboard pemantauan kasus COVID-19, Bali kembali mengalami penambahan jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 12 orang.

Secara akumulatif, Bali sudah menangani 75 kasus positif COVID-19. Dalam data sebaran kasus COVID-19 sampai dengan 10 April 2020 di https://pendataan.baliprov.go.id/ tercatat seluruh kabupaten/kota di Bali memiliki warga yang terjangkit COVID-19.

Rinciannya, Denpasar memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 23 orang. Kemudian di posisi kedua ada Badung dengan 8 warga. Di posisi ketiga adalah Bangli dengan jumlah warga terjangkit mencapai 7 orang.

Buleleng dan Tabanan ada di posisi keempat dengan jumlah 6 orang. Kemudian ada Jembrana dan Karangasem di posisi kelima dengan jumlah warga terjangkit masing-masing 5 orang. Gianyar di posisi selanjutnya dengan 4 warga terjangkit. Dan Klungkung menduduki posisi terakhir dengan jumlah 3 warga.

Selain warga lokal Bali, terdapat 7 WNA yang juga terjangkit COVID-19. Sebanyak 1 orang masih dalam perawatan, 4 orang sudah sembuh, dan 2 orang meninggal dunia.

Baca juga:  Konsep "Green Growth" untuk Pengelolaan Pariwisata Bali

Tercatat juga 1 warga dari kabupaten lainnya yang masuk dalam data sebaran itu.

Sementara itu untuk yang sudah dinyatakan sembuh, Denpasar kembali menduduki posisi pertama dengan jumlah 7 warga dinyatakan sembuh. Di posisi kedua adalah Buleleng dengan 3 warga sembuh. Kemudian Gianyar di peringkat ketiga dengan jumlah 2 warganya sudah sembuh dari COVID-19. Di posisi selanjutnya dengan masing-masing 1 warga sudah sembuh adalah Badung, Bangli, dan Karangasem. Total terdapat 15 WNI yang dinyatakan sudah sembuh dari COVID-19 di Bali per Jumat (10/4).

Terkait makin banyaknya WNI, khususnya warga lokal yang terjangkit COVID-19, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan mayoritas merupakan imported case. Artinya mereka tertular di luar negeri atau luar daerah.

Di samping itu juga ada transmisi lokal yang terjadi. Dilihat dari situs covid19.kemkes.go.id, ada 4 kabupaten/kota di Bali yang masuk daerah transmisi lokal, yakni Jembrana, Badung, Buleleng, dan Denpasar. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.