Dewa Made Indra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus di Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengimbau masyarakat Bali agar tidak melakukan tindakan diskriminatif maupun bersikap rasis terhadap suatu suku maupun negara tertentu terkait penyebaran COVID-19. Hal ini ditegaskan Dewa Indra dalam siaran persnya, Kamis (9/4), menyikapi surat yang disampaikan Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar tentang adanya tindakan diskriminasi yang dialami warga negara Jepang di Bali.

Lebih jauh, Dewa Indra mengurai bahwa pihaknya menerima surat dari Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar yang menyampaikan informasi adanya perilaku-perilaku diskriminatif dari orang tertentu di Bali terhadap warga negara Jepang dan juga terhadap Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar. Perilaku diskriminasi ini pada intinya mengaitkan COVID-19 dengan orang Jepang, di mana seolah-olah orang Jepang sebagai pembawa COVID-19. ‘’Saya tegaskan COVID-19 tidak terkait dengan suku bangsa tertentu dan tidak terkait dengan negara tetentu pula. Jadi tidak tepat melakukan tindakan ataupun ucapan yang diskriminatif terhadap warga negara ataupun suku bangsa tertentu,’’ imbuhnya.

Dewa Indra juga menegaskan bahwa hingga saat ini ada 198 negara di dunia yang terinfeksi COVID-19, ini artinya COVID-19 ini ada di semua negara. Untuk itu sangat tidak tepat jika kita mengaitkan Corona dengan negara atau suku tertentu. ‘’Saya imbau seluruh masyarakat Bali untuk tidak melakukan tindakan maupun ucapan yang bernada rasis ataupun bernada diskriminatif terharap warga negara suatu negara,’’ tuturnya.

Dewa Indra mengajak seluruh masyarakat Bali untuk selalu menunjukkan sikap santun, ramah dan bersikap baik dan bertindak secara rasional dalam situasi ini. Terlebih Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, sikap diskriminatif dan rasis tidak baik bagi kita dan tidak baik bagi masa depan Bali. ‘’Mari kita tunjukkan orang Bali selalu santun dan ramah. Mari kita bersikap rasional sehingga tindakan dan ucapan kita menjadi terukur, objektif dan baik bagi semua orang,’’ pungkasnya.

Baca juga:  Keluarga PMI Positif COVID-19 Masih Dikenai Biaya Rapid Test

Sebelumnya, Konsul Jenderal Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar H.E Chiba Hirohisa menyampaikan surat kepada Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus di Provinsi Bali yang pada intinya menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan dari warga negara Jepang di Bali termasuk keluarganya dan wisatawan Jepang terkait tindakan diskriminasi yang dialami oleh mereka terkait dengan penyebaran COVID-19. Pihaknya meminta agar pemerintah mengambil tindakan yang diperlukan agar perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut tidak terjadi lagi.

Di akhir siaran persnya, Dewa Indra mengingatkan, untuk memutus rantai penyebaran virus Corona maka perlu semua pihak melanjutkan dengan penuh disiplin untuk menggunakan masker di tempat terbuka. ‘’Penggunaan masker memiliki dua fungsi yakni bagi yang sakit (batuk dan flu) maka percikan/droplet akan tertahan oleh masker yang menyebabkan percikan itu tidak akan keluar dan mengenai orang lain. Sedangkan penggunaan masker bagi yang sehat maka akan terhindar (terutama pada wajah bagian hidung, mulut dan mata) dari percikan dari orang lain,’’ ungkapnya.

Untuk menghindari penularan virus Corona, menurut Dewa Indra, kita harus disiplin/rajin untuk mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Karena penyebaran virus yang menempel pada benda tertentu yang kemudian kita sentuh dan menempel pada tangan akan lebih mudah hanyut melalui sabun dan air mengalir. ‘’Selain itu hindari menyentuh bagian wajah terutama hidung, mulut dan mata setelah menyentuh benda tertentu dan sebelum mencuci tangan. Karena tiga indera tersebut akan memudahkan bagi virus masuk ke tubuh. Serta tetap secara disiplin menjaga jarak dari orang lain, karena tidak semua orang yang terinfeksi virus Corona akan menunjukkan gejala,’’ pungkas Dewa Indra. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN