Presiden Donald Trump. (BP/AFP)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Kematian harian di Amerika Serikat akibat COVID-19 kembali mencapai rekor baru. Jumlahnya menurut perhitungan yang dilakukan Johns Hopkins University, Selasa (7/4) per pukul 20.30 malam waktu setempat hampir mendekati 2.000 kasus.

Dikutip dari AFP, tercatat laporan harian kasus kematian akibat COVID-19 di AS mencapai 1.939 jiwa. Hal ini menyebabkan total kasus kematian di AS menjadi 12.722 jiwa.

Sementara itu, Italia masih merupakan pemegang rekor kematian tertinggi di dunia dengan jumlah kasus mencapai 17.127. Posisi dua masih dipegang Spanyol sebanyak 13.798 kasus.

Presiden AS, Donald Trump melakukan pembelaan terhadap resposnya terhadap krisis ini pada Selasa dan menyalahkan WHO yang bertindak terlalu lambat. Ia mempertanyakan kenapa WHO memberikan rekomendasi salah, merujuk pada rekomendasi WHO menolak dilakukannya penghentian perjalanan internasional ketika virus itu pertama kali merebak di Tiongkok.

Baca juga:  Pukul 11, Raja Salman Tinggalkan Bali

“Mereka menyebutnya itu salah. Mereka seharusnya bisa menyatakan hal itu beberapa bulan lebih awal,” katanya.

Trump dikritisi secara luas karena menganggap enteng virus ini, yang sering dia samakan dengan penyakit flu biasa dan mengatakan bahwa situasinya masih bisa dikontrol. Namun kemudian ia mengakui bahwa hal ini merupakan darurat nasional. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN