Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat turun ke lapangan memantau pelaksanaan rapid test. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengungkapkan, pengadaan sembako untuk masyarakat dirasakan terlalu terburu-buru, di tengah anggaran terbatas dan dampak COVID-19 yang masih panjang. Sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Klungkung, Suwirta meminta agar desa benar-benar berhati-hati mengambil keputusan.

Prioritaskan lebih dulu ke arah pencegahan wabah COVID-19. Wacana pengadaan sembako kian ramai, setelah ada wacana pelaksanaan Nyipeng pada 18,19 dan 20 April nanti dari MDA Bali.

Suwirta, Selasa (7/4), menegaskan, saat ini yang menjadi prioritas adalah pengadaan masker. Masih banyak warga tak memperoleh masker, setelah pusat melaksanakan program masker untuk semua.

Selain itu, perlu diprioritaskan pula mengenai biaya karantina tenaga medis, tempat karantina untuk pasien ODP, khususnya yang membandel yang tidak mau dikarantina di rumahnya.

Baca juga:  Jika Rapid Test Negatif, Naker Migran akan Dikarantina di Sini

Sementara lebih khusus pada peran desa, adalah mengedukasi warganya agar benar-benar paham dan patuh terhadap seluruh arahan pemerintah dalam pencegahan. Semua penggunaan anggaran di desa, tentu harus menggunakan skala prioritas.

Sebelum sampai pada pengadaan sembako Suwirta meminta siapkan lebih dulu data warga yang terdampak, memastikan para pedagang sembako masih memiliki stok barang, dan protap yang mendasari pemberian bantuan.

“Sehingga, kalau situasi terburuk terjadi, lebih mudah mengakses mereka. Karena anggaran sudah ada dan sangat terbatas,” kata Suwirta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN