Pemkab Jembrana melakukan rapid test pada Rabu (1/4). (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Menanggulangi penyebaran COVID-19, Pemkab Jembrana mulai melakukan rapid test untuk memeriksa orang yang terinfeksi. Pemeriksaan ini akan diprioritaskan untuk tenaga medis yang sering bersentuhan dengan pasien gejala corona.

Tes juga diutamakan kepada warga yang memiliki gejala klinis seperti demam tinggi, batuk, pilek, sesak dan punya riwayat bepergian ke daerah terjangkit dan mereka yang dianggap rentan terpapar COVID-19. “Kita utamakan tenaga medis karena mereka paling berisko tertular. Rapid test juga sebagai screening awal untuk memutuskan tindakan bagi orang yang memiliki gejala klinis. Termasuk untuk memperluas cakupan orang dalam pemantauan,” ujar Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Direktur RSU Negara dr IGB Oka Parwata, Selasa ( 31/3).

Ditambahkan Kembang, pelaksanaan rapid diagnostic test tersebut akan dibiayai APBD. Ke depan pelaksanaan rapid test juga akan diperbanyak untuk menjaring kasus maupun orang berisiko.

Dengan ini bisa diambil langkah dalam penanggulangan cepat Covid-19 di Jembrana. “Ini baru tahap awal , kita siapkan 100 alat rapid test bantuan dari pemerintah pusat. Namun secepatnya alat rapid tes dalam jumlah besar akan dipenuhi . Sumbernya dari dana alokasi pergeseran pos-pos di APBD Jembrana untuk penanggulangan COVID-19,” katanya.

Selain untuk pelaksanaan rapid test, kata dia, anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembelian peralatan medis, cairan disinfektan, alat pelindung diri, serta biaya insentif petugas yang terlibat dalam penanganan COVID-19. Secara teknis, menurut dia, tes tahap awal akan dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Negara yang memang sudah disiapkan menjadi rumah sakit rujukan COVID-19 di Bali.

Baca juga:  Kembalikan Anggaran, KONI Batalkan Beberapa Kejuaraan dan Pembinaan Atlet

Juga nantinya dilaksanakan disejumlah puskesmas dibawah dinas kesehatan Jembrana.

Sementara Direktur RSU Negara, dr IGB Oka Parwata mengatakan Rapid test merupakan langkah awal cepat untuk mengidentifikasi penularan corona. “Jadi lebih cepat karena hasilnya cukup 15 menit. Tapi untuk memastikan hasil yang lebih akurat, tetap butuh hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar Parwata.

Pihak RSU Negara juga telah melaksanakan rapid test, Rabu (1/4) pagi, bagi petugas medis yang selama ini terlibat dalam penanganan corona. Termasuk dilakukan kepada mereka yang masuk dalam kategori pemantauan untuk mengetahui lebih cepat sekaligus melaksanakan tindakan lanjutan.

Rapid Tes tahap pertama juga dikuti Bupati Jembrana, Wakil Bupati Jembrana, Sekda I Made Sudiada serta pejabat penanganan COVID-19 Jembrana karena rentan terpapar selama melaksanakan tugas-tugas penanganan COVID-19.

Hasil tes bupati wakil dan seluruhnya negatif. Selain itu Pemkab Jembrana juga akan membeli lagi alat rapid test sebanyak 5000 buah guna memperluas screening orang orang yang masuk dalam pemantauan.

Dananya dari anggaran perubahan mendahului hasil penyisiran sejumlah kegiatan di seluruh OPD. Disiapkan total anggaran untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 18 miliar. Angka itu masih memungkinkan ditambah lagi disesuaikan dengan perkembangan COVID-19 di Jembrana. (Adv/balipost)