Sejumlah ABK melakukan tahapan pemeriksaan saat tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (1/4). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sebanyak 100 ABK pesiar dari Kapal Pesiar Adventure Of The Sea dan Harmony Of The Sea, tiba pada Selasa (31/3) malam. Kedatangan mereka ini menggunakan pesawat Qatar Airways QR960.

Dikonfirmasi, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Bali, Elfi Amir, Rabu (1/4) membenarkan. Ia mengatakan pesawat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pesawat ini menerbangi rute Amerika Serikat via Doha, Qatar. “Pesawat mendarat sekita pukul 22.18 WITA,” jelasnya.

Sesuai SOP yang berlaku bagi para ABK dari luar negeri, mereka diarahkan ke area kedatangan. Di area kedatangan internasional dilakukan pemeriksaan Thermo Scanner, pendataan penumpang (Wawancara), proses imigrasi, Baggage claim, dan pemeriksaan bea dan cukai. Sekitar pukul 23.30 WITA, para penumpang sudah mulai melewati pemeriksaan bea cukai dan keluar menuju Zona Penjemputan. “Apabila dari proses wawancara penumpang memiliki riwayat dari 10 negara endemic (yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri) dan atau suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celcius, penumpang akan diperiksa lebih lanjut di ruang karantina KKP,” paparnya.

Baca juga:  Sebelas Hari Pascapulang dari Kapal Pesiar, ODP asal Klungkung Jadi PDP COVID-19

Terkait hal ini, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I, Denpasar, dr. H. Lucky Tjahjono mengatakan pada intinya, pihaknya melakukan tugas sesuai protap untuk para pekerja migran Indonesia (PMI) yang datang dari luar negeri ke Bali. “Artinya, mereka mengecek suhu tubuh, wawancara dan rapid tes dan lainnya. Dan semua PMI sudah dilakukan karantina di masing-masing negara selama 14 hari, maka keluarlah surat kesehatan,” paparnya.

Ketika tiba di Bali, lanjutnya, dicurigai ada yang mengarah ke COVID-19, akan dilakukan karantina di Bapelkes. Sedangkan yang sehat-sehat saja dilakukan karantina mandiri. “Syukurlah selama kedatangan WNI dari luar negeri yang tiba di Bali itu, hingga saat ini hanya satu dikarantina di Bapelkes dan masih menunggu hasil. Mudah-mudahan mereka sehat-sehat semua supaya penyebaran COVID-19 di Bali tidak semakin meluas,” katanya. (Pramana Wijaya/balipost)