
MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainnya tidak hanya melalui jalur darat, tapi melalui udara. Terlebih lagi, sindikat narkoba internasional yang hendak mengembangkan bisnis ilegalnya di Bali. Oleh karena itu, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menempatkan personelnya di tempat-tempat rawan sebagai upaya pencegahan.
Dalam hal ini, menurut Kasi Humas Polres Bandara Ipda Gede Suka Artana, Selasa (11/11), menyampaikan pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, polres bandara bersinergi dengan instansi terkait.
Sementara, langkah antisipasi dilakukan dengan cara rutin melaksanakan kegiatan pengawasan dan patroli di area terminal keberangkatan maupun terminal kedatangan, baik domestik maupun internasional. “Dengan seringnya kami bersama stakeholder terkait berada di lapangan, diharapkan para pelaku mengurungkan niatnya atau aksinya,” ungkapnya.
Ipda Suka menjelaskan, selain upaya tersebut, dilakukan pula pemeriksaan terhadap orang, barang, dan kendaraan yang keluar masuk kawasan bandara. Pemeriksaan bekerja sama dengan pihak keamanan bandara dan instansi terkait.
Polres Bandara Ngurah Rai juga menempatkan personel di titik-titik rawan, termasuk meningkatkan kegiatan intelijen untuk mendeteksi secara dini potensi adanya upaya penyelundupan barang terlarang. “Selama ini, barang yang paling sering berusaha diselundupkan adalah narkotika dan obat-obatan terlarang,” tandasnya.
Sementara, dalam upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyelundupan barang terlarang, polres menjalin koordinasi dan sinergitas yang kuat dengan seluruh stakeholder, antara lain Avsec Angkasa Pura, Bea dan Cukai, Karantina, Imigrasi, serta BNNP Bali. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap terjaga. (Kerta Negara/balipost)










