Dewa Made Indra. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketaatan dan kedisiplinan masyarakat mengikuti arahan pemerintah menjadi kata kunci yang paling menentukan dalam memenangkan peperangan melawan COVID-19. Setiap orang harus bertanggung jawab pada diri sendiri, keluarga dan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran wabah tersebut.

“Baik dengan melakukan physical distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah, melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta berolahraga,” ujar Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan pers, Selasa (31/3).

Dewa Indra percaya penyebaran COVID-19 bisa dihentikan bila hal itu dapat dilakukan dengan penuh disiplin oleh seluruh masyarakat. Namun dengan adanya penambahan pasien positif maupun pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19, sayangnya hal itu mengindikasikan masyarakat belum disiplin.

Karena kalau semua disiplin, seharusnya tidak ada penambahan kasus baru. “Benteng pertahanan dari penyebaran virus dari luar negeri maupun luar Bali sudah diperkuat. Tinggal kedisiplinan warga berperan penting untuk mengakhiri penyebaran virus ini,” tegasnya.

Baca juga:  New Zealand akan Longgarkan Kebijakan "Lockdown"

Data Satgas hingga Selasa (31/3), akumulatif PDP tercatat 155 orang atau ada penambahan 9 orang dari data sebelumnya. Penambahan itu terdiri dari 2 WNA dan 7 WNI. Dari 155 sampel yang telah diuji, telah keluar hasil sampel 116 orang yaitu 97 orang negatif dan 19 orang positif.

Namun dari 19 kasus positif, 4 pasien sudah dinyatakan sembuh terdiri dari 1 WNA dan 3 WNI, serta 2 pasien WNA meninggal dunia. Pasien yang dinyatakan sembuh karena setelah melalui tes dua kali berturut turut, hasilnya negatif. “Pasien yang dinyatakan sembuh telah kembali ke rumah masing-masing,” kata Sekda Provinsi Bali ini. (Rindra Devita/balipost)