Salah satu obyek wisata di Nusa Penida yang sepi pengunjung sejak adanya instruksi menutup seluruh obyek wisata di Bali. (BP/win)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Semakin masifnya penyebaran virus corona atau COVID-19 ke Indonesia, termasuk ke Bali telah “melumpuhkan” segala lini kehidupan. Salah satu destinasi yang terdampak adalah  Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung yang 5 tahun belakangan ini tengah berkembang menjadi pilihan wisatawan dunia pun ikut kena imbasnya.

Biasanya, ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap harinya datang ke Pulau yang dijuluki The Blues Paradise Island ini, kini hanya tinggal kenangan. Sejak penyebaran Covid-19 ini semakin masif, Gubernur Bali pun mengeluarkan surat edaran untuk menutup destinasi wisata di seluruh Bali. Sejak itu, Nusa Penida pun sepi dari kunjungan turis.

Imbasnya, semua sektor pendukung pariwisata Nusa Penida pun gulung tikar. Transportasi laut, yaitu speed boat yang selama ini lalu lalang di perairan laut, tarutama dari Pelabuhan Sanur dan Serangan menuju ke Nusa Lembongan, Jungut Batu, dan Nusa Gede pun terhenti. Kebanyakan perusahaan speed boat ini menghentikan operasinya hingga waktu yang belum diketahui.

Speed boat yang paling produktif hingga saat ini hanyalah speed boat dari Pelabuhan Tribuana dan Banjar Bias, Kusamba menuju Nusa Penida. Pasalnya, terget utama dari speed boat ini mobilitas masyarakat lokal.

Tidak hanya jasa transportasi laut yang mengalami hal ini, transportasi darat pun ikut mati suri. Biasanya, lalu lintas di Nusa Penida, dari pagi hingga malam selalu dipenuhi mobil-mobil yang mengantarkan para tamunya berwisata ke tempat-tempat wisata yang ada. Namun kini nyaris menghilang. Terlebih, seluruh destinasi wisata di Nusa Penida kini sudah ditutup oleh pengelolanya. Bahkan, sejumlah transportasi mobil yang masih kredit ditarik oleh dealer/bank karena tidak bisa membayar angsuran lagi.

Baca juga:  Soal Sampah di Perairan Nusa Penida, Dispar Sebut Tak Pengaruhi Wisata Bahari

Sementara itu, bagi pengusaha villa, restoran, resto, dan sejenisnya juga gulung tikar. Mereka menutup sementara usaha mereka. Karyawan pun dirumahkan. Ada juga pengusaha yang tidak bisa membayar hutang di Bank. Bagi masyarakat/pengusaha yang sedang membangun akomodasi wisata tetap melanjutkan pembangunannya, dengan harapan situasi cepat pulih. Kini semua masyarakat Nusa Penida pun merasakan dampak dari COVID-19 ini.

Owner Bukit Sunrise Villa, I Wayan Leo Mahendranata, mengaku sudah hampir 2 Minggu menutup villanya untuk wisatawan. Selain karena ada himbauan dari pemerintah, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida juga sudah tidak ada. Terpaksa villa yang dibuaknya sejak 2 tahun terkahir ini ditutup sementara guna pencegahan penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Pengelola Gangga Express, Nyoman Landep mengaku masih tetap melayani penyebrangan dari Nusa Penida-Kusamba, begitu juga sebaliknya. Sebab, targetnya adalah mobilitas masyarakat lokal.

Untuk memastikan kesterilan di dalam boat, sebelum diberangkatkan boat disemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu. Penumpang juga disediakan hand sanitizer di tempat pembelian tiket. Penyeberangan hanya ditutup sementara dari Nusa Penida-Nusa Lembongan. (Winatha/balipost)