Suasana di Nusa Penida yang sepi boat. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Warga di Nusa Penida, Klungkung kini dilanda kekhawatiran merebaknya COVID-19. Bahkan ada wacana melakukan isolasi kepulauan itu dari wisatawan mancanegara dan penduduk pendatang.

Aspirasi ini cukup banyak direspons warga di media sosial. Menimbulkan pro dan kontra di kalangan warga Nusa Penida. Terlebih, di tengah upaya-upaya pemerintah daerah yang semakin memperketat ruang gerak masyarakat, dengan himbauan agar berdiam diri dulu di rumah.

Selain itu, sejumlah kapal ke Nusa Penida dari pelabuhan di Sanur juga sudah menghentikan sementara operasionalnya. Bahkan jumlahnya berdasarkan data yang diterima, sebanyak 29 operator memilih tutup dari 34 operator yang biasanya beroperasi.

Menurut legislator dari Dapil Nusa Penida, Made Jana, Jumat (27/3), tidak perlu melakukan isolasi pulau. Kewenangan untuk “lockdown”, itu sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah. Saat ini, menurut Politisi Demokrat ini, adalah masyarakat agar selalu mengikuti seluruh himbauan dan segala petunjuk pemerintah.

Keputusan mengisolasi diri akan memiliki dampak luas. Khusus untuk daerah kepulauan, tentu sangat berkaitan dengan kebutuhan pokok yang selama ini sangat bergantung dari pasokan Klungkung Daratan. Upaya pemerintah daerah menurutnya saat ini sudah tepat, yakni melakukan pengawasan dan perlakuan ketat terhadap lalu lintas orang lokal yang keluar masuknya orang ke Nusa Penida.

“Terpenting adalah, kesadaran seluruh warga untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Jaga diri sendiri dan keluarga. Ikuti himbauan pemerintah. De bengkung (jangan melawan),” tegas politisi asal Desa Pejukutan ini.

Baca juga:  Seribu Penari Siap Goyang Festival Nusa Penida 2017

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (27/3) juga meminta agar masyarakat lebih menggunakan akal sehat dan terus membangun kesadarannya. Sementara ini, dia menegaskan tidak akan ada keputusan mengisolasi pulau. Dia meminta ikuti saja apapun yang menjadi himbauan pemerintah. Sudah cukup banyak dan jelas semua himbauan pencegahan Covid-19, yang dibuat secara tertulis dan diteruskan hingga ke tingkat desa. Tujuannya agar masyarakat mampu cepat menyesuaikan diri.

Dia kembali menegaskan, untuk melindungi kepulauan Nusa Penida, seluruh akses untuk wisman sudah ditutup. Selanjutnya, untuk mempertebal upaya ini, agar masyarakat jangan mendatangkan sementara tenaga tukang/tenaga dari luar. Jangan menerima kos duktang, jangan nekat mengangkut wisatawan. Sikap demikian otomatis akan membuat pendatang sementara tidak masuk ke Nusa Penida. “Sebenarnya sudah begitu banyak himbauan dan pendapat masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19. Intinya adalah agar kita jaga diri,” tegasnya.

Kalau sudah paham bagaimana menjaga diri sendiri, maka tentu hal-hal yang mengancam keselamatan, berkaitan dengan penyebaran Covid-19 ini tidak akan dilakukan warga. Inilah yang harus terus dibangun di tengah warga. Membangun kesadarannya untuk menjaga diri sendiri dan keluarga dengan segala petunjuk yang sudah disampaikan pemerintah. (Bagiarta/balipost)