DENPASAR, BALIPOST.com – Aktivitas penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida turun 50 persen. Per hari hanya 10-12 boat yang berangkat.

Di hari normal, per hari kapal yang berangkat dari Sanur sebanyak 18-20 boat. Staff KSOP Benoa Wilayah Kerja (Wilker), Gusti Agus Priyo Sudharma, Minggu (22/3) mengatakan, ada operator boat yang tidak jalan karena tidak ada tamu dan karena adanya edaran dari Gubernur untuk menutup obyek wisata.

“Turun drastis karena tidak ada boat yang berangkat. Mereka yang ada hari ini juga tidak melayar, besok atau lagi 2 hari pun hanya beberapa boat saja yang berangkat,” tuturnya.

Namun dari syahbandar dikatakan tidak ada melakukan penutupan pelabuhan. Pelabuhan tetap dibuka untuk memastikan pasokan logistik lancar. Sedangkan angkutan penumpang baik yang pulang kampung maupun wisatawan asing, menurun drastis.

Akibat sepinya penumpang, ada beberapa operator kapal boat yang terpaksa mengoper penumpangnya ke operator yang berangkat. Dalam sehari kapal boat itu hanya satu kali jalan.

Baca juga:  COVID-19 Meluas, Badung Belum Rencana Tutup Objek Wisata

Padahal sebelum adanya COVID-19, kapal boat tersebut bisa berangkat 2 -3 kali.

Petugas karcis The Tanis, Dewi mengatakan, pembelian tiket saat ini lebih banyak dibeli penumpang lokal untuk pulang kampung ke Nusa Penida. “Kami bukanya untuk lokal saat ini karena kasihan yang lokal kalau tidak ada boat tidak bisa pulang,” ungkapnya.

Dalam sehari, paling banyak 40 penumpang yang membeli tiket. Padahal biasanya ada 200-250 orang per hari dalam beberapa kali trip. Harga tiket masih normal Rp 70.000 untuk lokal dan Rp 100.000 untuk WNA.

Menurutnya penurunan penumpang ini lebih parah dari pada saat erupsi Gunung Agung. Karena selain sepi penumpang, juga banyak kapal boat yang tutup. (Citta Maya/balipost)