Inda Trimafo Yudha. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Keputusan pemerintah menutup obyek wisata di Bali didukung oleh Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali. Namun, Ketua PUTRI Bali, Inda Trimafo Yudha, Sabtu (21/3), mengharapkan agar masyarakat disiplin untuk melakukan instruksi pemerintah yaitu social distancing dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Hal ini bertujuan agar obyek wisata di Bali kembali buka dan recovery pariwisata dan ekonomi Bali, dapat cepat dilakukan. “Memang tidak ada jalan lain selain menutup obyek wisata dan tempat-tempat wisata karena kita lebih mementingkan keselamatan masyarakat,” kata Inda.

Namun Gek In, panggilan akrabnya, berharap ada penekanan terkait jadwal penutupan. Meski demikian ia menyadari kondisi ini tidak bisa diprediksi. “Kalau masyarakat tertib, seperti di Wuhan, putus mata rantai virus itu. Tapi kalau masyarakat tidak sadar, itu yang susah,” ungkapnya.

Baca juga:  WNI dari LN Harus Jalani Protokol Kesehatan yang Berlaku

Jika upaya penutupan obyek wisata ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus, ia sangat mendukung keputusan Gubernur. Namun Inda juga berharap kelompok tajen juga ditindak tegas jika sulit diatur.

Karena ia mendengar masih ada kelompok tajen yang berkegiatan dan berisiko menularkan virus. “Karena percuma saja kita melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai virus ini, tapi ternyata masih ada kelompok yang berkegiatan tajen,” pungkasnya. (Citta Maya/balipost)