Petugas Diskes Buleleng melakukan simulasi penanganan Covid-19. (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menyusul adanya dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di RSUD Buleleng, Dinas Kesehatan Buleleng mekukan penelusuran kontak erat PDP. Hasilnya, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Buleleng, dr. IGN Mahapramana, Sabtu (14/3) mengatakan ada belasan orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19.

Menurutnya belasan orang ini merupakan kontak erat 2 pasien PDP. “Ada 16 orang yang berasal dari 3 kepala keluarga dinyatakan pernah berinteraksi dengan pasien yang saat ini PDP di RSUD Buleleng,” ungkapnya.

Selama melakukan penelusuran, tim surveilans memeriksa orang yang pernah berinteraksi dengan pasien. Selain itu mereka dianjurkan tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker penutup mulut dan hidung.

Ia mengatakan untuk PDP yang merupakan perempuan usia 25 tahun berkewarganegaraan Indonesia, sudah ditelusuri keluarga dan kerabatnya. Sementara untuk WNA berusia 72 tahun ditelusuri tempatnya menginap di Lovina.

Baca juga:  BPBD Badung Bagi Masker dan Disinfektan

Sebelumnya, dua PDP COVID-19 masuk RSUD Buleleng pada waktu yang berbeda. Satu WNI masuk pada Jumat (13/3) malam setelah sebelumnya berobat di dokter praktek swasta. WNI ini punya riwayat bepergian ke luar negeri.

Sementara itu, satu WNA masuk ke RSUD Buleleng lewat IGD pada Sabtu siang. Ia yang sedang berlibur di Buleleng ini memiliki keluhan pilek, demam, dan sesak nafas sehingga dicurigai terpapar COVID-19. (Mudiarta/balipost)