Warga yang melihat kejadian berusaha menolong para korban lakalantas di simpang empat Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Rabu (11/3). (BP/ist)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kecelakaan maut terjadi di jalan Seririt-Gilimanuk Km 23.800 wilayah Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Rabu (11/3). Dua pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor tewas di lokasi kejadian. Dua orang lainnya mengalami luka berat dan dirawat di rumah sakit, sedangkan seorang lagi selamat dari maut.

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian lalu lintas di lokasi kejadian ramai dan lancar. Sekitar pukul 12.45 Wita dari arah dari selatan melintas motor DK 6706 UA yang dikendarai siswi SMPN 4 Seririt di Lokapaksa, Luh Sopiani (15) asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Dia membonceng teman satu sekolahnya Komang Sugiani (15) asal yang sama.

Tiba di simpang empat Desa Lokapaksa, pengedara motor bermaksud menyeberang untuk berbelok ke arah Seririt. Naas, saat bersamaan dari arah Seririt melintas truk boks DK 9301 FK menuju Gilimanuk. Truk ini dikemudikan Kadek Indrawan (26) asal Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, bersama dua penumpang Gede Adi Putra Wirawan (22) dan Komang Satria Adi Perdana (21) keduanya asal Seririt.

Truk boks tidak bisa menghindar, sehingga menabrak pengendara motor yang menyeberang jalan. Pengendara motor dan yang dibonceng terjatuh dan terkapar di pinggir jalan penuh luka. Warga yang melihat kejadian itu berusaha menolong, namun tragisnya kedua siswa tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:  Pelaku Pencurian Diamankan di Gilimanuk

Sementara truk boks melaju liar ke luar jalur hingga terguling di pinggir jalan dan menabrak tiang listrik. Kadek Indrawan dan Gede Adi Putra Wirawan terluka parah, sedangkan Komang Satria Adi Perdana selamat dari maut. Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit.

Kapolsek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, dari pemeriksaan di TKP dan keterangan saksi, pengendara motor diduga kurang hati-hati. Pengendara motor langsung menyeberang jalan tanpa memperhatikan arus kendaraan dari kedua arah.

Menurut Made Uder, lakalantas dengan korban siswa yang belum cukup umur mengendarai motor sering terjadi. Padahal pihaknya gencar memberi pembinaan ke sekolah dengan harapan siswa yang belum cukup umur agar tidak mengendarai motor ke sekolah. Para orangtua juga diimbau tidak memberikan anak-anaknya mengendarai motor karena belum memiliki SIM. (Mudiarta/balipost)