Gubernur Koster saat memaparkan kontribusi pariwisata Bali, Jumat (6/3). (BP/jay)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kontribusi Bali selama ini untuk pertumbuhan sektor pariwisata nasional dan pemasukan devisa cukup tinggi. Kondisi ini diungkapkan Gubernur Bali, Wayan Koster, Jumat (6/3).

Ia mengutarakan kontribusi devisa pariwisata Bali terhadap nasional pada 2019 mencapai Rp 75 triliun. Dibandingkan dengan total devisa nasional yang mencapai Rp 270 triliun, Bali berkontribusi sebesar 28,9 persen. “Maka ini harus menjadi bargaining position oleh Bali kepada pemerintah pusat,” tegasnya.

Ia pun mengatakan Bali jangan Bali hanya dijadikan obyek pariwisata. Dalam artian tidak didukung oleh suatu anggaran. Seperti, fiskal yang memadai untuk membangun Bali, di bidang infrastruktur, lingkungan, dan kebudayaan.

Sejumlah perekonomian negara-negara di dunia mengalami gangguan akibat wabah COVID-19. Indonesia dan Bali khususnya diperkirakan juga terdampak.

Baca juga:  Gunung Agung Masih Aktif, BBMKG Tambah Peralatan Jelang Pertemuan IMF-WB

Menurut Kepala BI KPw Bali, Trisno Nugroho, perlu dipikirkan juga faktor penahan pertumbuhan ekonomi yaitu melambatnya kinerja negara ekonomi mitra dagang, semakin kompetitifnya wisata negara lain dan kebijakan antisipasi penyebaran virus COVID-19.

Trisno berharap ekonomi Bali jangan sampai turun lebih dari 5 persen. Sebab, ia mengingatkan ada risiko yang dihadapi. “Kalau di bawah 5 persen, masyarakat akan banyak mengalami gangguan,” ungkapnya sambil menyebut perlunya kolaborasi seluruh elemen. (Pramana Wijaya/Citta Maya/balipost)